BOS Ducati, Paolo Ciabatti khawatir dengan perkembangan motor timnya di MotoGP. Hal itu disebabkan karena Paolo Ciabatti melihat banyaknya pembalap cepat di Ducati sekarang ini.
Ia menilai dengan adanya pembalap bertipikal cepat itu Ducati akan mengalami masalah dalam pengembangan motor di musim-musim berikutnya. Ia mencontohakn pada musim lalu, Ducati berhasil menjadi juara konstruktor dengan meraih 357 poin dari tujuh kemenangan dan 24 podium.

(Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo)
Namun, Francesco Bagnaia gagal meraih gelar juara bagi tim asal Borgo Panigale, usai kalah dari Fabio Quartararo. Dari situ Ducati coba mengembangkan motornya.
Saat ini, cukup terbukti ampun. Sebab, di musim ini, empat pembalap Ducati (dua tim satelit dan dua tim prabikan) berhasil masuk di posisi 10 besar klasemen sementara.
Mereka adalah Johann Zarco (Pramac Racing) di peringkat ketiga. Kemudian, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) di peringkat keempat. Enea Bastianini (Gresini Racing) di posisi kelima dan Jack Miller (Ducati Lenovo) posisi ketujuh.
Meski sebenarnya, Paolo Ciabatti senang strategi Ducati berhasil dengan menghadirkan pembalap-pembalap yang memiliki kecepatan. Namun ia menilai strategi timnya akan menjadi masalah untuk kedepannya.