Pramudya pun senang bukan main karena mampu membuat kejutan di kejuaraan yang setara dengan turnamen BWF Super 1000 itu. Terlebih lagi, mereka merupakan pasangan non-unggulan yang menyingkirkan para pasangan top dunia untuk meraih gelar tersebut.
“Kami senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog tapi bisa sampai juara, kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,” kata Pramudya dikutip dari rilis PBSI, Senin (2/5/2022).

“Tadi di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri tapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. DI gim kedua kami coba menekan terus dan mereka sepertinya goyah,” imbuhnya.
Sebagai tambahan, Pramudya/Yeremia juga tercatat sebagai pasangan pertama Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas dari Badminton Asia Championship sejak 2009. Pasangan Tanah Air yang terakhir melakukannya adalah Markis Kido/Hendra Setiawan.
Sayangnya, prestasi gemilang Pramudya/Yeremia, gagal diikuti oleh finalis lainnya asal Indonesia, yakni Jonatan Christie. Pasalnya, pemain yang akrab disapa Jojo itu tumbang di partai final dari utusan Malaysia, Lee Zii Jia, dengan skor 17-21 dan 21-23.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.