Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Raih Emas di Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia: Kami Underdog yang Jadi Juara

Andhika Khoirul Huda , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2022 |04:04 WIB
Raih Emas di Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia: Kami Underdog yang Jadi Juara
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan juara Badminton Asia Championship 2022. (Foto: Humas PBSI)
A
A
A

MANILA – Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, berhasil menjuarai ajang Badminton Asia Championship 2022 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2022. Kesuksesan ini pun disambut gembira oleh Pramudya/Yeremia karena menyadari mereka tak diunggulkan atau underdog di ajang ini, namun bisa keluar sebagai juara.

Pramudya/Yeremia memastikan diri menjadi juara usai menghajar wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final. Minggu (1/5/2022) sore WIB di Multinlupa Sports Complex, Manila, Filipina. Laga itu digelar di Multinlupa Sports Complex, Manila, Filipina, Minggu 1 Mei 2022 sore WIB.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Pasangan ranking 22 dunia harus melalui perjuangan sangat berat pada gim pertama kala melawan Aaron/Soh. Sebab, Pramudya/Yeremia mendapat perlawanan sengit dari lawan yang berstatus unggulan kelima tersebut.

Bahkan, Pramudya/Yeremia sempat tertinggal 7-11 pada interval gim pertama. Beruntung, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan sekaligus mengamankan kemenangan di gim pertama dengan skor 23-21.

BACA JUGA: Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Dapat Ucapan Selamat dari Presiden Jokowi

Pada gim kedua, pasangan Merah-Putih ini tampil sangat dominan. Pramudya/Yeremia menang dengan cukup mudah dengan skor 21-10.

BACA JUGA: Gugur di Semifinal Badminton Asia Championship 2022, Fajar/Rian Diminta Perbaiki Hal Ini

Medali emas tersebut pun memberikan catatan gemilang bagi Pramudya/Yeremia. Mereka menjadi pasangan non-unggulan pertama yang sukses menjadi juara Badminton Asia Championship sejak 2014, yang saat itu dicapai oleh wakil Korea Selatan, Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong.

Pramudya pun senang bukan main karena mampu membuat kejutan di kejuaraan yang setara dengan turnamen BWF Super 1000 itu. Terlebih lagi, mereka merupakan pasangan non-unggulan yang menyingkirkan para pasangan top dunia untuk meraih gelar tersebut.

“Kami senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog tapi bisa sampai juara, kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,” kata Pramudya dikutip dari rilis PBSI, Senin (2/5/2022).

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

“Tadi di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri tapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. DI gim kedua kami coba menekan terus dan mereka sepertinya goyah,” imbuhnya.

Sebagai tambahan, Pramudya/Yeremia juga tercatat sebagai pasangan pertama Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas dari Badminton Asia Championship sejak 2009. Pasangan Tanah Air yang terakhir melakukannya adalah Markis Kido/Hendra Setiawan.

Sayangnya, prestasi gemilang Pramudya/Yeremia, gagal diikuti oleh finalis lainnya asal Indonesia, yakni Jonatan Christie. Pasalnya, pemain yang akrab disapa Jojo itu tumbang di partai final dari utusan Malaysia, Lee Zii Jia, dengan skor 17-21 dan 21-23.

(Djanti Virantika)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement