Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Pembalap Keluhkan Kualitas Ban di MotoGP Mandalika 2022, Pihak Michelin Akhirnya Buka Suara

Muammar Yahya Herdana , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2022 |09:42 WIB
Banyak Pembalap Keluhkan Kualitas Ban di MotoGP Mandalika 2022, Pihak Michelin Akhirnya Buka Suara
Jack Miller duel dengan Miguel Oliveira di Sirkuit Mandalika. (Foto: MotoGP)
A
A
A

LOMBOK – Para pembalap MotoGP banyak yang mengeluhkan kondisi ban yang dipasok Michelin di MotoGP Mandalika 2022. Ada anggapan bahwa ban yang dipakai para pembalap ada ban beberapa tahun yang lalu.

Mendengar kabar tersebut, Michelin lantas langsung membantahnya. Pemasok ban MotoGP itu menegaskan bahwa senyawa yang ada pada ban memang merupakan konstruki yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi yang berbeda ada di senyawanya.

Pada balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu 20 Maret 2022, Honda menjadi salah satu tim yang sangat kesulitan bermanuver menggunakan ban yang dipasok oleh Michelin. Bahkan, Marc Marquez harus mengalami kecelakaan fatal akibat grip ban dengan aspal yang tidak baik saat sesi pemanasan berlangsung.

Fabio Quartararo

Sebelumnya, terdapat pernyataan bahwa Michelin menggunakan ban yang digunakan untuk balapan empat sampai lima tahun yang lalu. Namun Manager Michelin, Piero Taramasso, kini membantah hal tersebut.

“Saya hanya ingin mengklarifikasi, karena saya pernah mendengar tentang ban dari empat atau lima tahun yang lalu, yang mana itu tidak benar,” ungkap Piero Taramasso dilansir dari Motosan, Rabu (23/3/2022).

Piero menjelaskan bahwa konstruksi ban sudah pernah digunakan sebelumnya. Namun Michelin mengaku bahwa senyawa yang digunakan pada ban tersebut sesuai dengan yang dipakai ketika sesi tes pramusim akhir Februari lalu.

“Itu adalah jenis konstruksi yang telah kami gunakan sebelumnya. Tapi senyawanya sama seperti yang di tes,” imbuhnya.

Piero menjelaskan bahwa cara yang digunakan adalah dengan menggunakan senyawa ban baru, namun di kerangka lama. Pasalnya, semua tim dianggap telah paham dengan jenis kerangka seperti itu.

Francesco Bagnaia

“Satu-satunya pilihan yang mungkin adalah mengubah pola carcass, karena mengubah senyawa tidak akan cukup untuk menurunkan suhu 15-20 derajat,” sambungnya.

“Jadi kami memperkenalkan jenis carcass ini untuk suhu tinggi, dan mengkonfirmasi senyawa yang sama dengan yang dimiliki pengemudi dalam pengujian. Casingnya sudah digunakan pada 2017 dan 2018, jadi fiturnya sudah diketahui tim,” tambahnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement