Share

Gara-Gara Rafael Nadal, Novak Djokovic Berubah Pikiran Mau Divaksin Covid-19

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Jum'at 04 Februari 2022 01:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 40 2542088 gara-gara-rafael-nadal-novak-djokovic-berubah-pikiran-mau-divaksin-covid-19-hXaHkXFIxy.jpg Rafael Nadal dan Novak Djokovic saat berlaga. (Foto: Reuters)

BEOGRAD – Novak Djokovic kabarnya akan segera divaksin Covid-19. Keputusan ini disebut-sebut diambil Novak Djokovic karena ingin megejar rekor Rafael Nadal.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Djokovic tak mau divaksinasi Covid-19. Hal itu pun membuatnya gagal bertanding di ajang Australia Open 2022 setelah dideportasi oleh pemerintah setempat.

Novak Djokovic

Hasilnya, petenis asal Serbia itu kehilangan kesempatan untuk menambah koleksi gelar grand slam-nya. Sementara di sisi lain, Nadal sukses menyabet trofi grand slam pertama tahun ini tersebut usai menumbangkan Daniil Medvedev di partai puncak.

Dengan begitu, Nadal menjadi petenis pertama yang meraih 21 mahkota grand slam. Dia meninggalkan Djokovic dan Roger Federer yang sama-sama tertinggal satu gelar olehnya.

BACA JUGA: Khawatir Istri Ikut Geram Usai Gagal Juara Australia Open 2022, Daniil Medvedev: TV Bisa Dirusak

Namun, penulis buku biografi Djokovic, Daniel Muksch, memberikan pernyataan mengejutkan. Muksch mengungkapkan bahwa Djokovic telah berubah pikiran dan akan segera divaksin Covid-19. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena dia termotivasi untuk mengejar ketertinggalan gelar dari Nadal.

BACA JUGA: Nikmati Kesuksesan Juara Australia Open 2022, Rafael Nadal Tak Buru-Buru Lirik Turnamen Lain

"Dari apa yang saya dengar dari orang-orang di sekitarnya, saya pikir dia akan melakukan vaksinasi," kata Muksch dilansir dari IB Times, Jumat (4/2/2022).

"Mungkin hasil Australia Open 2022 berpengaruh besar dalam keputusan itu. Gelar grand slam ke 21 milik Nadal mendorongnya untuk melakukannya," imbuhnya.

Grand slam berikutnya bakal berlangsung di Prancis Terbuka 2022 di mana Nadal sangat diunggulkan di sana. Pemerintah Prancis sendiri telah mengumumkan bahwa mereka tidak mengizinkan orang yang tidak divaksinasi untuk masuk ke sana.

Rafael Nadal

Karena itu, mungkin Djokovic merubah pemikiran anti-vaksinnya. Pasalnya, jika dia tak kunjung divaksin, maka dia tidak akan bisa tampil di banyak turnamen tenis sehingga membuat posisi rangking satu dunianya bisa lepas.

Selain itu, tentu saja Djokovic bakal semakin tertinggal dari Nadal. Sebab petenis berusia 35 tahun itu sangat berpeluang besar juara di Rolland Garros mengingat 13 gelar grand slam-nya diraih di lapangan tanah di sana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini