Andy Murray: Kasus Novak Djokovic Cederai Dunia Olahraga

Antara, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 05:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 40 2529662 andy-murray-kasus-novak-djokovic-cederai-dunia-olahraga-ulC7jX8PkX.jpg Novak Djokovic saat berlaga. (Foto: Reuters)

MELBOURNE – Petenis Inggris Raya, Andy Murray, mengomentari kasus Novak Djokovic yang terjadi jelang Australia Open 2022. Menurutnya, kasus itu telah mencederai dunia olahraga.

Sebagaimana diketahui, Djokovic saat ini dalam masalah setelah menolak mengungkapkan status vaksinasinya. Namun, dia mengklaim telah mendapat pengecualian medis dari persyaratan vaksinasi Covid-19 agar bisa bertanding dan mempertahankan gelarnya di Australian Open 2022.

Novak Djokovic

BACA JUGA: Sebelum Mentas di Australia Open 2022, Andy Murray Akan Asah Kemampuan di Turnamen Ini

Petenis nomor satu dunia itu saat ini masih berada di Melbourne sejak kedatangannya pada Selasa pekan lalu, meskipun visanya kini telah dicabut. Pembatalan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, lewat akun resmi Twitternya.

BACA JUGA: Setelah Novak Djokovic, Kei Nishikori pun Absen dari Australia Open 2022

"Visa Djokovic sudah dibatalkan. Peraturan adalah peraturan, terutama jika bersinggungan dengan masalah perbatasan kami. Tidak ada yang mendapat keistimewaan dari peraturan ini,” cuit Scott Morrison.

Namun, tim legal Djokovic telah mengajukan banding atas pencabutan visa tersebut dan sidangnya akan dilakukan Senin (10/1/2022). Murray pun mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa rekannya itu.

"Saya kira semua orang terkejut dengan kejadian ini. Saya berharap Novak baik-baik saja. Saya kenal baik dengan dia dan memiliki hubungan yang baik,” kata mantan petenis nomor satu dunia itu kepada media lokal Australia, seperti dikutip Reuters.

Andy Murray

"Kejadian ini sangat tidak bagus untuk olahraga tenis dan saya rasa tidak baik juga untuk semua orang yang terlibat," sambung dia.

"Saya perlu menunggu dan mendengar persis situasinya sebelum berkomentar lebih jauh karena saya pikir itu akan tidak adil dengan banyaknya spekulasi yang muncul saat ini," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini