Lebih lanjut, Bagnaia menilai dengan ada delapan pembalap di Ducati membuat timnya memiliki pekerjaan mudah untuk melakukan penyesuaian jika dilihat. Tetapi pembalap berusia 24 tahun itu mengakui bukan pekerjaan mudah untuk timnya, karena dengan delapan rider akan membuat mereka menemukan penyesuaian motor yang sama.
“Delapan motor tentu bukan pekerjaan mudah bagi Ducati, dua lagi mungkin tampak seperti hal kecil pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya banyak," tuturnya.

"Tetapi saya percaya bahwa mereka akan mengelola situasi dengan baik. Ini juga berarti lebih banyak data bagi kami dan ada lebih banyak pengemudi yang akan menanyakan hal yang berbeda. Jadi saya percaya itu akan baik untuk kita," tambahnya.
Pada MotoGP 2022 nanti, Bagnaia jelas menargetkan gelar juara. Ia tentu tak mau posisinya di tim pabrikan digeser pembalap lain seperti halnya oleh Bastianini yang berada di tim satelit Ducati.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.