Share

Lebih Stres Kerja di MotoGP, Davide Brivio Putuskan Bertahan di F1

Rio Eristiawan, Jurnalis · Minggu 26 Desember 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 38 2522802 lebih-stres-kerja-di-motogp-davide-brivio-putuskan-bertahan-di-f1-kisy6nfNXw.jpg Davide Brivio bersama Rins dan Mir. (Foto: Twitter Suzuki Ecstar)

ENSTONE - Mantan Manajer Suzuki Ecstar, Davide Brivio diisukan bakal kembali ke MotoGP pada 2022. Namun, Brivio dengan tegas membantah kabar tersebut karena nyatanya ia kini lebih kerasan bekerja di F1 ketimbang MotoGP yang disebutnya jauh lebih membuat dirinya stres.

Brivio sempat dikabarkan akan kembali ke Suzuki pada musim depan. Namun, Brivio langsung membantah rumor tersebut karena belum tertarik untuk kembali ke MotoGP.

Pasalnya ketika masih bekerja bersama Suzuki, Brivio berhasil mengantarkan Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020.

Davide Brivio bersama Rins dan Mir

Tetapi setelah membawa Mir menjadi juara, Brivio keluar dan bergabung dengan Alpine di Formula One pada 2021.

Brivio pun menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali bekerja di MotoGP. Ia mengatakan saat masih bekerja di MotoGP, dirinya lebih stres dibandingkan dengan F1.

"Jadi, MotoGP bukan opsi musim 2022 saat ini. Saya di Formula 1 dan kami sedang bekerja untuk musim depan, jadi kami bisa memilah bagaimana mengorganisir dengan Alpine. Faktanya, saya harap lanjut, untuk alasan ini, saya tidak memikirkan hal lainnya," kata Brivio dilansir dari Motosan, Minggu (26/12/2021).

"Saya sangat stres sebelumnya, sejak berada di MotoGP, saya seorang ‘penyendiri.’ Dalam hal, saya harus melakukan banyak hal dalam level manajerial. Di Formula 1, sebaliknya, tanggung jawab didistribusikan kepada orang berbeda di antara tenaga kerja," ucapnya.

Lebih lanjut, Brivio mengatakan bekerja di F1 merupakan pengalaman baru untuknya. Ia menjelaskan dirinya bisa bertemu orang-orang baru dan belajar pengetahuan baru.

Davide Brivio

"Seperti yang kalian tahu, saya mendapatkan pengalaman luar biasa karena saya penasaran dengan dunia ini. Di F1 saya menemukan organisasi yang hebat dari sebelumnya. Bahkan saya melihat dan mempelajari metode kerja, serta interaksi antar departemen dari mekanik dan insinyur," tambahnya.

Tentunya bagi Suzuki, kabar tersebut menjadi hal buruk. Sebab semenjak ditinggalkan Brivio, tim pabrikan asal Jepang tersebut seperti kehilangan pemimpin hingga akhirnya melempem di MotoGP 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini