Share

Tak Ada Perseteruan Panas, Francesco Bagnaia Sebut MotoGP Telah Berubah

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Sabtu 25 Desember 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 38 2522499 tak-ada-perseteruan-panas-francesco-bagnaia-sebut-motogp-telah-berubah-URjjS34WWG.jpg Francesco Bagnaia menilai MotoGP telah berubah karena tak ada lagi perseteruan panas (Foto: MotoGP)

BOLOGNA โ€“ Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menilai minimnya perseteruan panas antara para pembalap membuat MotoGP berubah. Akan tetapi, dia menyukai perubahan itu karena rasa hormat antara para pembalap bertambah.

Sebagaimana diketahui, Pecco -sapaan akrab Bagnaia- itu menjadi pesaing terdekat Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) dalam perebutan gelar juara MotoGP 2021. Dia menang dalam empat balapan dan hanya berselisih 26 poin dari Quartararo yang akhir menjadi juara.

Francesco Bagnaia peluk Fabio Quartararo (Foto: Twitter/@ducaticorse)

Meski rival, persaingan antara dua pembalap itu tidak pernah memanas. Mereka menunjukkan rasa hormat satu sama lain sepanjang musim.

Bahkan, ketika Pecco terjatuh di MotoGP Emilia Romagna 2021 dan terpaksa merelakan gelar juara dunia jatuh ke tangan El Diablo โ€“julukan Quartararo- meski ada dua balapan tersisa, tidak ada ucapan atau gestur yang memperlihatkan Bagnaia kesal dengan sang rival. Pembalap asal Italia itu justru menjadi orang pertama yang menyambut sang juara di pit lane.

BACA JUGA: Bagnaia dan Morbidelli Sukses Tampil Gacor, Valentino Rossi Bocorkan Kiat Penting Didik Pembalap Akademi VR46

Oleh sebab itu, Pecco menilai MotoGP telah berubah. Menurutnya, para pembalap generasi baru lebih mengutamakan rasa hormat antara satu sama lain.

"Saya pikir olahraga kami (MotoGP) telah berubah. Sebab, bertahun-tahun yang lalu, tidak seperti ini," kata Bagnaia, dilansir dari Motorsport, Sabtu (25/12/2021).

"Dan, saya pikir ini adalah momen yang bagus dari olahraga kami. Sebab, rasa hormat selalu menjadi hal utama,โ€ tuturnya.

Francesco Bagnaia (Foto: MotoGP)

Hal tersebut memang sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada para pembalap generasi terdahulu. Tentu, masih teringat jelas diingatan para pencinta MotoGP bagaimana Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Casey Stoner, Sete Gibernau dan Max Biaggi, saling berseteru dan terlibat dalam rivalitas yang panas, baik di dalam maupun luar sirkuit.

Sekarang, para pembalap MotoGP secara umum lebih berkepala dingin dalam menyikapi persaingan dalam balapan. Akan tetapi, rivalitas juga dibutuhkan sebagai bumbu penyedap dalam MotoGP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini