Share

Cuma Runner-Up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, Yuta Watanabe Sudah Puas

Antara, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 40 2520639 cuma-runner-up-kejuaraan-dunia-bulu-tangkis-2021-yuta-watanabe-sudah-puas-bgQvNnuQuP.jpg Yuta Watanabe dan Arisa Higashino pebulu tangkis asal Jepang. (Foto/Antara)

TOKYO – Pebulu tangkis ganda campuran asal Jepang, Yuta Watanabe hanya menjadi runner-up di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021. Meski demikian, pasanan Arisa Higashino itu sudah cukup puas

"Kami rasa tidak terlalu buruk di akhir musim, dan sebelumnya kami sempat mendapat beberapa medali. Jadi seharusnya saya cukup senang dengan capaian ini," kata Yuta dalam keterangan resmi BWF, Selasa (21/12/2021).

Foto/BWF

Pada babak final Kejuaraan Dunia BWF, pasangan Yuta/Arisa harus mengakui keunggulan ganda campuran peringkat satu dunia Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai asal Thailand.

Baca juga: Jadi Juara Dunia Bulu Tangkis Pertama dari Singapura, Loh Kean Yew: Ini Mimpi Terliar Saya

Dalam pertandingan yang berlangsung selama 43 menit itu, Dechapol/Sapsiree unggul 21-13, 21-14. Meski begitu, Yuta sangat senang bisa sampai ke final dan bisa mengakhiri musim kompetisi dengan hasil maksimal.

Baca juga: Jadi Kampiun Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, Ini Rahasia Dechapol/Sapsiree

Menyikapi pertandingannya itu, Yuta mengaku bahwa permainannya memang kurang maksimal karena ada cedera di punggungnya. Kondisi itu mempengaruhi gaya permainan Yuta yang terkenal lincah dan punya pukulan kuat.

Ternyata kekurangan Yuta di babak final terbaca oleh lawannya, seperti dikatakan oleh Sapsiree yang melihat Yuta/Arisa lebih lambat dibanding biasanya sehingga mereka membuka peluang untuk menyerang sejak awal pertandingan.

"Saya punya sedikit cedera di punggung, tapi ini wajar karena sebelumnya saya selalu bermain dengan sangat cepat. Jadi saat main mungkin ada sesuatu yang salah, sehingga itu mempengaruhi permainan saya," katanya mengungkapkan.

Tidak maksimalnya fisik Yuta membuatnya tak bisa meladeni permainan Dechapol/Sapsiree yang terus menekan sejak awal. Jika saja ia lebih bugar, kemungkinan hasil akhirnya bisa saja berbeda, katanya.

"Mereka bemain sangat cepat, tapi kami juga sebenarnya tidak terlalu lambat. Permainan mereka memang lebih baik," tutur Yuta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini