Share

Bos Ducati Sebut Tes Pramusim di Sirkuit Mandalika Jadi Faktor Penting Jelang MotoGP 2022

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Minggu 19 Desember 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 38 2519181 bos-ducati-sebut-tes-pramusim-di-sirkuit-mandalika-jadi-faktor-penting-jelang-motogp-2022-D8DwcJSW79.JPG Francesco Bagnaia beraksi di MotoGP 2021. (Foto/MotoGP)

BOLOGNA – General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, menyebut tes pramusim di Sirkuit Mandalika menjadi salah satu faktor penting timnya melakoni MotoGP 2022. Dia juga mengungkapkan pihaknya masih terus mengembangkan motor yang akan dipakai Francesco di musim depan.

Pria asal Italia itu mengatakan bahwa Ducati saat ini terus berupaya meningkatkan performa motor Desmosedici 2022 yang akan ditunggangi Pecco musim depan. Menurutnya, dua tes pramusim di Sepang dan Mandalika akan sangat penting bagi perkembangan motor mereka.

 Foto/MotoGP

“Katakanlah bahwa saat ini kami memiliki beberapa ide untuk dicoba. Kami mencoba sesuatu di Jerez, tetapi tes musim dingin di Indonesia dan Malaysia akan sangat penting. Kami dapat memiliki ruang besar untuk perbaikan di sektor-sektor di mana merek lain secara objektif lebih kuat,” ujarnya.

Baca juga: MotoGP Itu Olahraga Berbahaya, Jorge Lorenzo Beberkan Alasannya

Sebagaimana diketahui, Pecco –sapaan Bagnaia- sangat luar biasa pada musim lalu. Dia berhasil finis di urutan dua pada klasemen akhir, tertinggal 26 poin dari sang juara, Fabio Quartararo.

Baca juga: Bos Yamaha Yakin Bersama Fabio Quartararo Bisa Mendapatkan Kejayaan Usai Valentino Rossi Pensiun

Selain itu, Ducati juga berhasil merengkuh gelar juara konstruktor musim lalu. Trofi itu merupakan yang kedua berturut-turut bagi mereka dalam dua tahun terakhir.

Melihat hasil tersebut, Dall’Igna kini mengincar gelar juara dunia pembalap yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2007 lalu. Saat itu, Casey Stoner menjadi jagoan dan sampai saat ini dia adalah satu-satunya pembalap yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP bersama pabrikan asal Bologna itu.

Follow Berita Okezone di Google News

“Sekarang kami mengincar gelar pembalap, yang telah hilang sejak 2007. Di final Pecco Bagnaia memenangkan empat dari enam seri terakhir, finis ke-3 di Texas dan jatuh di Misano, saat dia memimpin, saat masih ada 5 lap tersisa,”. kata dia lagi.

Foto/MotoGP

“Kemudian ada beberapa penyesalan, ketika dia jatuh di Mugello, lalu nasib buruk pada balapan Austria dan Silverstone (karena masalah ban). Bagaimanapun ini adalah kejuaraan yang spektakuler, kami berharap untuk melanjutkan bagaimana kami menyelesaikannya,” imbuhnya.

Jika Ducati berhasil mengembangkan Desmosedici dan menambal kekurangan yang mereka miliki, bukan tidak mungkin Pecco akan meraih gelar juara dunia perdananya musim depan. Selain itu, dia juga akan menjadi pembalap kedua yang mempersembahkan gelar MotoGP untuk Ducati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini