Share

Berharap Hukuman dari WADA Tak Terulang Lagi, Ketum KONI Ajak Semua Pihak Lebih Teliti

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis · Minggu 12 Desember 2021 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 11 43 2515618 berharap-hukuman-dari-wada-tak-terulang-lagi-ketum-koni-ajak-semua-pihak-lebih-teliti-0SeAGfrVhI.jpg Ketum KONI, Marciano Norman.

JAKARTA โ€“ Sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) telah merugikan Indonesia. Kerugian yang dimaksud adalah tidak bisa berkibarnya bendera Indonesia seperti saat tim bulu tangkis Tanah Air menjuarai Piala Thomas 2020.

Tak mau kejadian itu terulang lagi, Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan agar sanksi yang dijatuhkan WADA kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) segera dibebaskan.

Baca Juga:ย KONI dan KOI Dorong FFI Antar Futsal ke Skala Internasional

Ketum KONI, Marciano Norman. (Foto: Ilham Sigit/MPI)

Marciano menyampaikan bahwa insiden doping tersebut tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari. Sebagai informasi, saat ini Ketua (Ketua Olimpiade Indonesia) KOI, Raja Sapta Oktohari sedang berada di Swiss untuk mengurus sanksi WADA tersebut.

Sapta pun hanya bisa menyampaikan selamat atas pelantikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Seluruh Indonesia (PB ISSI) yang baru kepada Jenderal Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui rekaman video.

Pada prosesi pelantikan Ketum PB ISSI, Marciano turut menyayangkan sanksi yang menyebabkan bendera Merah Putih tidak bisa berkibar di beberapa event internasional tersebut. Dirinya mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari.

โ€œIni adalah hal yang sangat sulit dan tidak boleh terjadi lagi ke depan. Mari kita bersama berprestasi tanpa doping,โ€ kata Marciano kepada awak media, Minggu (12/12/2021).

โ€œDengan demikian, kita tidak akan pernah bermasalah dengan WADA,โ€ sambungnya.

Marciano Norman

Sebagaimana diketahui, PB ISSI kini dipimpin oleh Ketua Umum yang baru. Prosesi pelantikan Jenderal Kapolri sebagai Ketum anyar dibarengi dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini