Ada Cerita Menarik di Balik Hijrahnya Pevi Permana, Atlet Skateboarding Andalan Indonesia

Minggu 05 Desember 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 43 2512141 ada-cerita-menarik-di-balik-hijrahnya-pevi-permana-atlet-skatboarding-andalan-indonesia-tzqVtFVkkx.jpg Atlet skateboarding, Pevi Permanan. (Foto: Instagram/pevipermana)

PEVI Permana adalah salah satu atlet skateboarding andalan Indonesia. Berbagai prestasi nasional dan internasional pernah ia raih untuk dapat mengharumkan nama bangsa. Kemampuannya dalam memainkan papan seluncur jelas tak diragukan lagi.

Nama Pevi Permana sendiri semakin dikenal masyarakat Indonesia setelah menceritakan kisah hijrah-nya di media sosial, instagram. Ternyata, ada cerita menarik di balik perjalanan Pevi untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Dalam sebuah posting-an instagram yang diuploadnya pada 2018 di akun pribadinya, @pevipermana, altet yang membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 itu menceritakan perjalanan hijrahnya.

Baca Juga: Kisah Hijrah Atlet Skateboard Pevi Permana, Raih Hidayah ketika Antar Istri Sholat

Pevi Permana

Diketahui ternyata Pevi memutuskan untuk hijrah ketika mengikuti sebuah gerakan islami yang banyak diisi anak-anak muda, terutama di wilayah Bandung, yakni Pemuda Hijrah. Gerakan tersebut merupakan inisiatif dari Ustad Hanan Attaki yang memang dikenal dekat dengan para pemuda islam.

Menurut pemaparan Pevi, sewaktu kecil ia memang kurang memiliki pengetahuan soal agama. Beranjak dewasa ketika bisa mencari uang sendiri, Pevi merasa semua itu berkat usahanya dan tanpa bantuan Allah SWT.

Pada 2012, muncul ajakan untuk pergi ke majelis taqlim yang diisi oleh Ustad Hanan Attaki. Sempat menolak beberapa kali, Pevi pada akhirnya ikut majelis taqlim tersebut dan tak disangka ia sempat meneteskan air mata saat sedang sholat maghrib yang diimami Ustad Hanan Attaki.

Sejak saat itu, Pevi mulai rutin mengikuti kajian Ustadz Hanan Attaki. Hatinya perlahan mulai tersentuh. Awalnya tidak suka mendengar adzan, kini ia justru sering membawa Al-Quran ke mana-mana.

Ajakan orang-orang terdekatnya untuk mengikuti kajian Ustad Hanan Attaki telah mengubah Pevi menjadi sosok yang lebih baik.

“Dulu Saya sangat minim pengetahuan tentang agama sejak saya kecil. Sejak SMP saya sudah hidup mandiri sendiri. Alhamdulillah Allah masih baik ketika itu sama saya, sehingga allah memberikan rizki yang sangat melimpah ketika saya SMA,” cerita Pevi di sebuah postingan instagram, Minggu (5/12/2021).

“Saya berpikir bahwa semua itu adalah murni hasil jeri payah saya sendiri tanpa melibatkan Allah didalamnya. Semakin hitamnya hati saya sampai-sampai saya tidak suka kalau ngedenger Adzan," lanjutnya.

Pevi Permana

“2012 kang inong ini selalu mengajak saya untuk datang ke majelis taqlim. Ketika saya diajak kurang lebih 6 bulan lamanya saya selalu diajak kang inong tapi saya selalu menolaknya. Suatu saat saya mulai ada rasa malu karena selalu menolak. Akhirnya saya datang ke masjid itu dan yang ada dipikiran saya semuanya salah. Karena saya berpikiran sangat negatif terhadap hal-hal seperti itu,” terang Pevi.

“Ketika itu saya sholat magrib diimami ustadz Hanan lalu saya meneteskan air mata. Imam yang membuat pertama kali saya menangis ketika sholat. Walaupun ketika itu tidak tau apa artinya. Setelah itu saya mulai mengikuti kajiannya,” tambahnya.

“Dari situ saya mulai mengetahui apa itu sharing dakhwah atau yangg sering disebut ceramah taqlim. Hari demi hari saya selalu mengikuti kajian ustadz Hanan. Dan akhirnya saya sangat tersentuh oleh ceramah-ceramahnya beliau yangg selalu sangat membukakan mata hati dan wawasan saya tentang agama Bahkan sampai saya rela mengikuti kemanapun beliau mengisi ceramah,” jelas Pevi.

“Ustadz hanan lah yg selalu mengajarkan ‘Seburuk-buruknya orang belum tentu kita lebih baik. Sebaik-banyaknya kita belum pasti orang itu buruk di hadapan Allah SWT’. Terima kasih banyak ustadzku, guruku, kakakku, dan sahabatku,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini