Terbongkar! Lorenzo Buka Suara, Marc Marquez Enggan Lihat Valentino Rossi Juara MotoGP 2015

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 38 2505965 terbongkar-lorenzo-buka-suara-marc-marquez-enggan-lihat-valentino-rossi-juara-motogp-2015-pJuWC4raok.jpg Marc Marquez tak mau lihat Valentino Rossi juara MotoGp 2015. (Foto: MotoGP.com)

JUARA dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, buka suara. Ia mengatakan Marc Marquez tak ingin melihat Valentino Rossi juara MotoGP 2015, semenjak insiden yang melibatkan keduanya di MotoGP Belanda yang digelar di Sirkuit Assen pada seri ke delapan.

The Baby Alien –julukan Marc Marquez– sempat mendominasi MotoGP pada 2013 dan 2014, atau di dua tahun awal mentas di kelas premier. Namun, pada tahun ketiga, performa Marc Marquez menurun.

Valentino Rossi

Terbukti pada delapan race awal di MotoGP 2015 saja, Marc Marquez tiga kali gagal finis. Dari delapan race itu, Marc Marquez dua kali terlibat insiden dengan Valentino Rossi yang sejak race kelima berebut gelar juara dengan sang rekan setim, Jorge Lorenzo.

Di seri kedua yang berlangsung di Argentina, Marc Marquez terjatuh di lap terakhir setelah sang kuda besi menabrak ban belakang motor Valentino Rossi. Akibatnya, Valentino Rossi meraih kemenangan, sedangkan Marc Marquez gagal finis.

Kemudian di Belanda, Valentino Rossi dan Marc Marquez saling bertabrakan di chicane (tikungan berbentuk huruf S) yang berada di tikungan terakhir Sirkuit Assen. Akibatnya, motor Marc Marquez terpental ke gravel (sebaran pasir di pinggir sirkuit), sedangkan Valentino Rossi melaju mulus hingga menjadi pemenang.

BACA JUGA: Momen Terburuk Valentino Rossi di MotoGP: Kematian Marco Simoncelli

Sejak saat itulah, Marc Marquez melihat dirinya tak mungkin lagi memenangkan MotoGP 2015. Namun, ia tak ingin Valentino Rossi yang juara dan mencoba membantu sang rekan senegara, Jorge Lorenzo menjadi yang terbaik.

Momen pertama Marc Marquez membantu Jorge Lorenzo tercipta di seri ke-16 yang berlangsung di Australia. Start dari posisi terdepan, Marc Marquez sengaja tidak langsung melesat ke depan.

Sebab, jika ia langsung melesat ke depan, ditakutkan Valentino Rossi finis di depan Jorge Lorenzo yang otomatis mendekatkan The Doctor –julukan Valentino Rossi– dengan gelar juara. Saat itu Marc Marquez memilih ikut bersaing dengan tiga pembalap terdepan, yakni Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone.

Ketika melihat posisi Jorge Lorenzo sudah cukup aman untuk finis di posisi dua, Marc Marquez melakukan manuver di lap terakhir dan finis di posisi pertama. Kemudian, Jorge Lorenzo menyusul di posisi dua, Iannone ketiga dan Valentino Rossi keempat.

Insiden besar terjadi seri ke-17 yang berlangsung di Malaysia. Meski start kedua, Marc Marquez enggak langsung melesat. Ia justru terkesan menutup-nutupi Valentino Rossi yang start dari posisi ketiga.

Di saat bersamaan ketika Marc Marquez menutup Valentino Rossi, posisi satu dan dua ditempati Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. kesal terus-menerus dihalang-halangi, Valentino Rossi menendang Marc Marquez hingga terjatuh.

Valentino Rossi dan Marc Marquez

Konsekuensinya, Valentino Rossi harus start dari posisi paling buncit di seri pamungkas MotoGP 2015. Saat itu sebelum race MotoGP 2015 pamungkas dilangsungkan, Valentino Rossi memuncaki klasemen dengan 312 poin. The Doctor unggul tujuh angka dari rekan setim sekaligus rivalnya, Jorge Lorenzo di tempat kedua.

Ternyata, Marc Marquez masih coba membantu Jorge Lorenzo di seri pamungkas. Start dari posisi dua, Marc Marquez coba menutup-nutupi Dani Pedrosa agar tak naik ke depan. Singkat kata, Jorge Lorenzo finis pertama, disusul Marc Marquez dan Pedrosa.

Jorge Lorenzo

(Jorge Lorenzo juara MotoGP 2015)

Bagaimana dengan Valentino Rossi? Ia hanya finis keempat dan gagal menjadi kampiun MotoGP 2015. Alhasil, Jorge Lorenzo juara MotoGP 2015 dengan 330 angka, unggul lima poin dari Valentino Rossi di tempat kedua.

"Kekesalan Marc (Marquez) memuncak usai apa yang terjadi di Assen. Saat itu Marc dan Valentino bersinggungan di tikungan terakhir dan saling menyalahkan satu sama lain," kata Jorge Lorenzo mengutip dari Tuttomotoriweb.

"Sejak saat itu, Marquez tidak ingin lagi melihat Valentino memenangkan Kejuaraan Dunia," tutup Marc Marquez.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini