"Shuttlecock cukup berat, jadi harus main dengan sabar. Serangan andalan saya enggak bisa langsung mati, di situ saya kurang sabar untuk mengolahnya lagi," imbuh pemain peringkat lima dunia itu.
Meski begitu, Ginting sedikit menyesalkan performa di gim kedua dan ketiga karena strateginya sudah terbaca lawan. Sementara itu, Kunlavut juga ikut mengubah strategi yang tak teratasi dengan baik oleh pemain berusia 25 tahun tersebut.

"Waktu gim pertama sudah cukup megang permainan. Cuma, gim kedua dan ketiga strategi sudah dibaca lawan dan lawan mengubah cara permainan," pungkasnya.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.