Soal Perkembangan Sanksi WADA, KOI Beri Laporan kepada Jokowi di Sela KTT G20

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 01 November 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 43 2494654 soal-perkembangan-sanksi-wada-koi-beri-laporan-kepada-jokowi-di-sela-ktt-g20-duvVqqV7Uk.jpeg KOI beri laporan kepada Presiden Jokowi soal perkembangan sanksi WADA di sela KTT G20 (Foto: NOC Indonesia)

ROMA - Satgas Percepatan Pembebasan Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), ex-officio Ketua Satgas Percepatan Pembebasan Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Raja Sapta Oktohari, pun melaporkan progres akselerasi yang dikerjakan tim kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Laporan disampaikan Okto, sapaan Raja Sapta, saat bertemu Presiden Joko Widodo di Roma, Italia, Sabtu (30/10) waktu setempat. Presiden tengah berada di Roma untuk menghadiri KTT G20 dan sejumlah pertemuan bilateral kenegaraan. Dalam kesempatan itu, Presiden yang didampingi Menteri BUMN Erick Thohir bertemu Okto.

Raja Sapta Oktohari dan Erick Thohir (Foto: NOC Indonesia)

“Presiden sangat concern dengan situasi WADA. Presiden berpesan untuk mempercepat proses pencabutan sanksi WADA terhadap LADI karena kita memiliki banyak event ke depan. Presiden juga tegas menyampaikan masalah investigasi, beliau meminta semuanya harus dituntaskan secara transparan,”kata Okto, saat dihubungi dari Jakarta.

Sebagai informasi, Okto serta pengurus NOC Indonesia saat ini masih berada di Eropa dalam rangka diplomasi olahraga, baik memperkuat sinergi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC), Federasi Internasional (IF), serta membantu upaya percepatan pembebasan sanksi WADA terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), sebagaimana yang telah diamanatkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

BACA JUGA: Menpora Temui Maruf Amin Laporkan soal Sanksi WADA

“Saya sampaikan, sejak ditunjuk sebagai ketua satgas oleh Menpora, saya langsung berangkat bertemu WADA dan IOC. Kami menemukan tiga hal utama yang menjadi kendala, yakni komunikasi, administrasi, dan teknis,” jelas Okto.

Okto menyampaikan kepada Presiden, bahwa Satgas langsung bergerak cepat setelah menerima tugas dari Menpora untuk membantu percepatan pembebasan sanksi WADA terhadap LADI. Bahkan, LADI bekerja keras menyelesaikan 24 pending matters yang saat ini sudah diserahkan kepada WADA.

“Saya laporkan kepada Presiden bahwa saat ini kami memiliki komunikasi intensif, baik dengan WADA, RADO (Badan Anti-Doping Regional) Asia, serta JADA (Badan Anti-Doping Jepang) yang akan mendampingi LADI. Respon dr Rheza Maulana (Wakil Ketua LADI) juga cepat menyelesaikan pending matters,” terang Okto.

Raja Sapta Oktohari dan Presiden Jokowi (Foto: NOC Indonesia)

“Selanjutnya, kami akan melakukan rapat bersama pada 2 November dengan pihak terkait, baik WADA, RADO Asia, JADA, LADI, Kemenpora dan juga Kementerian Keuangan. Kami ingin memastikan fairness bagi semua, sehingga kami akan memberikan gambaran utuh dan menjelaskan situasinya kepada WADA. Kami melihat ada celah untuk mendapatkan titik temu permasalahan ini," tuturnya.

Dengan gerak cepat dari Satgas, masalah dengan WADA diharapkan segera selesai. Alhasil, kejadian seperti di Piala Thomas 2020 tidak terulang lagi di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini