Gagal Menang Lawan Denmark di Piala Sudirman 2021, Putri KW: Saya Tegang

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 40 2478936 gagal-menang-lawan-denmark-di-piala-sudirman-2021-putri-kw-saya-tegang-P6T5ffewAR.jpg Putri Kusuma Wardani beraksi di Piala Sudirman 2021. (Foto/Badminton Photo)

VANTAA - Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardana gagal menang saat melawan wakil Denmark, Mia Blichfeldt di partai kedua Grup C Piala Sudirman 2021. Ia mengatakan bahwa dirinya tegang saat melakoni pertandingan.

Ia menjalani pertandingan penyisihan Grup C yang digelar di Vantaa, Finlandia pada Rabu (29/9/2021). Namun di laga ini dia kalah dalam pertarungan tiga gim 11-21, 21-16, dan 14-21.

Baca juga: Atasi Pasangan Denmark di Piala Sudirman 2021, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Mengaku Sempat Goyah

Dengan kekalahan Putri ini pun, Indonesia disamakan kedudukannya oleh Denmark menjadi 1-1. Sebelumnya, Sebelumnya di partai pertama, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya menang dari Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard dengan skor 21-19 dan 21-15.

Foto/Instagram

Bertarung melawan peringkat 12 dunia diakui Putri sangat menegangkan. Meski begitu, Putri selalu memberikan perlawanan sengit kepada Mia dengan pukulan menyilang.

Baca juga: Hasil Piala Sudirman 2021: Praveen Jordan/Melati Daeva Kalahkan Mathias Thyrri/Amalie Magelund, Indonesia Menang 3-2 Atas Denmark

"Saya agak tegang juga saat di awal. Tetapi dukungan dan support dari para senior yang menyemangati saya dari pinggir lapangan membuat saya lebih tenang dan bisa bermain lebih yakin," sebut Putri.

Putri pun menceritakan bagaimana mentalnya sudah mulai menurun sejak awal gim ketiga. Pasalnya, di poin-poin awal dia selalu terkena fault imbas service-nya yang tidak sempurna.

Berturut-turut Putri mulai tertinggal angka hingga selisihnya terlampau jauh. Sampai akhirnya dia tidak bisa mendekati perolehan angka lawannya.

“Kena fault tadi membuat fokus saya goyah. Kehilangan dua angka di awal ini memengaruhi penampilan saya di gim penentuan," tutur Putri.

Foto/PBSI

Hal yang sama juga dituturkan sang pelatih, Herli Djaenudin mengenai kurangnya konsistensi putri sepanjang laga. Namun ia menjadikan ajang ini sebagai pelajaran bagi anak asuhnya tersebut tampil apik di laga berikutnya.

"Kurang konsisten saja. Setelah unggul di gim kedua, Putri malah tidak bisa bermain baik lagi seperti ketika memenangi laga di gim kedua," ucap Herli. 

"Semoga dia bisa belajar banyak dari pengalaman di Piala Sudirman. Kekalahan ini tentu harus menjadi pelajaran bagi Putri untuk berlatih lebih keras agar kelak bisa bersaing dengan pemain top dunia lain di laga-laga selanjutnya," kata Herli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini