SENTUL – Pembalap muda Indonesia, Qarrar ‘Al’ Firhand, terus menunjukkan kemampuannya dalam dunia balap. Dengan mental apik yang sudah terlihat sejak usia belia, Qarrar Firhand selalu berjuang untuk menjadi juara alias yang terdepan.
Dengan mental ini, tak heran Qarrar Firhand merasa kesal ketika hanya bisa finis di posisi kedua pada Kejurnas Karting putaran empat di Sentul Karting Internasional Circuit di Sentul, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Putra bungsu pasangan mantan pembalap Firhand Ali dan Aimaa Fatima ini terlihat kecut, tak menampakkan wajah semringah sama sekali usai lomba.

“Al kesal sekali karena sudah fight habis-habisan tapi masih tetap di posisi kedua di belakang Rafael,” ujar bocah kelahiran Jakarta 7 Januari 2011 ini.
BACA JUGA: 3 Cara Obati Sakit Setelah Olahraga, Wajib Dicoba!
Untungnya, pelatih teknik Al yang berkebangsaan Belanda, Dennis van Rhee, sontak mendekati Al dan memberikan arahan kalau jadi pembalap harus bisa menguasai emosi dan selalu mau belajar dari kekalahan. Apalagi, tahun depan Al akan bermukim di Italia guna memperdalam ilmu balapnya.
BACA JUGA: Teknik Lompat Sepeda, Apa Saja?
Meski hanya meraih runner-up, acungan jempol patut diberikan kepada Al. Pasalnya, konsisten mempertahankan posisi kedua sejak kualifikasi dan heat di Sabtu hingga pre final dan final di Minggu, Al bahkan mampu jadi yang tercepat dari sejumlah lawannya dengan waktu 57,5 detik.