Taliban Berkuasa, Karateka Afghanistan yang Kini Tinggal di Indonesia Khawatir dengan Atlet Putri di Negaranya

Antara, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 43 2458704 taliban-berkuasa-karateka-afghanistan-yang-kini-tinggal-di-indonesia-khawatir-dengan-atlet-putri-di-negaranya-dkQALr9dV3.jpg Taliban memeriksa kendaan masyarakat di Kota Kabul. (Foto/Reuters)

KABUL – Taliban yang kembali berkuasa membuat karateka asal Afghanistan Meena Asadi mengaku ketakutan mengkhawatirkan karier atlet putri di negaranya. Meena Asadi adalah atlet karate yang pernah meninggalkan Afghanistan ketika berusia 12 tahun.

Kala itu, dia pergi ke Pakistan dan mulai menekuni karate hingga mewakili Afghanistan pada ajang South Asian Games 2010 di Dhaka, Bangladesh. Satu tahun setelah itu, Meena Asadi kembali ke Kabul dan membuka sasana karate di sana. Tetapi, dia kembali harus meninggalkan Afghanistan untuk kali kedua setelah situasi tak kunjung membaik.

Baca juga: WNI dari Afghanistan Tiba di Indonesia Pukul 02.00 WIB Dini Hari

Sejak itu, Meena Asadi dan sang suami serta buah hatinya tinggal di Indonesia.

"Saya sengsara. Saya kehilangan harapan dan orang-orang di negara saya juga kehilangan harapan mereka," kata Meena kepada Reuters di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Foto/Reuters

Ketika Taliban memerintah Afghanistan dari 1996 hingga 2001, perempuan di sana tidak dapat bekerja dan anak perempuan tidak dapat bersekolah.

Baca juga: Tragis, Pesepakbola Timnas Afghanistan Tewas Terjatuh dari Pesawat saat Larikan Diri dari Taliban

Perempuan harus menutupi wajah mereka dan ditemani oleh kerabat laki-laki untuk keluar dari rumah. Kembalinya Taliban di Kabul membuat Meena khawatir kondisi tersebut terulang.

“Semua prestasi dan nilai-nilai dihancurkan, dan ini akan menjadi momen kelam bagi masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak perempuan,” kata Meena yang merupakan etnis Hazara dan penganut Islam Syiah.

Pekan ini, atlet taekwondo Zakia Khudadadi mimpinya hancur menjadi atlet perempuan pertama Afghanistan pada Paralimpiade Tokyo karena kekacauan di Kabul.

"Semuanya selesai untuk atlet putri," kata Meena yang merupakan satu-satunya atlet putri yang mewakili Afghanistan dalam Kejuaraan Karate Asia Selatan 2012 dan meraih dua medali perak.

Para pemimpin Taliban telah berusaha meyakinkan warga Afghanistan dan masyarakat internasional bahwa perempuan berhak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

Tetapi Meena dan yang lainnya skeptis. "Mereka partai ekstremis, dan mereka tidak mempercayai hak asasi manusia atau hak perempuan," kata Meena.

"Mereka tidak akan pernah berubah. Mereka adalah Taliban yang sama."

Mayoritas pengungsi Afghanistan di Indonesia berasal dari etnis Hazara yang menjadi selama puluhan tahun menjadi sasaran militan Sunni, termasuk Taliban dan ISIS, karena etnis mereka dan sebagian besar berkeyakinan Syiah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini