Share

Gigit Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 Milik Atlet Sofbol Jepang, Wali Kota Nagoya Rela Dipotong Gaji

Rio Erfandi, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 03:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 43 2456618 gigit-medali-emas-olimpiade-tokyo-2020-milik-atlet-sofbol-jepang-wali-kota-nagoya-rela-dipotong-gaji-Ic4BjzfGam.jpg Wali Kota Nagoya, Takashi Kawamura, saat menggigit medali milik Miu Goto. (Foto: Reuters)

NAGOYA – Insiden menggigit medali emas Olimpiade Tokyo 2020 milik atlet sofbol putri Jepang, Miu Goto, oleh Wali Kota Nagoya, Takashi Kawamura, memasuki babak baru. Kini, Kawamura yang tampak merasa bersalah rela melakukan pemotongan gaji selama tiga bulan.

Ya, aksi Wali Kota Nagoya, Takashi Kawamura, menggigit medali emas milik Miu Goto memang langsung menuai kecaman publik. Dia pun meminta maaf atas aksinya itu, terlebih dilakukan di tengah pandemic Covid-19.

Miu Goto

Selain meminta maaf, Takashi Kawamura kini juga rela memotong gajinya selama tiga bulan. Total gaji itu adalah 1,5 juta yen atau setara Rp197 miliar.

BACA JUGA: Medali Emasnya di Olimpiade Tokyo 2020 Digigit Wali Kota, Atlet Sofbol Jepang Dapat Medali Baru

Momen gigit medali sendiri berawal dari Miu Goto yang diundang ke kantor Takashi Kawamura yang merupakan politisi, sekaligus menjabat sebagai wali kota di daerah asalnya, Nagoya. Goto diundang sebagai atlet yang berhasil menyumbang medali emas Olimpiade Tokyo 2020 lewat cabang olahraga sofbol.

Namun, saat merayakan kemenangan, wali kota tersebut tampaknya terlalu bersemangat sampai-sampai menggigit medali emas yang berhasil diraih oleh atletnya tersebut. Sayang, aksinya itu menuai kecaman dan baru-baru ini telah meminta maaf kembali atas aksinya itu.

“Saya merasa bertanggung jawab secara moral," ucap Kawamura lewat keterangan pers, dilansir dari Kyodo News, Senin (16/8/2021).

“Saya melakukan kesalahan, dan menyinggung Goto di depan orang-orang Jepang,” sambungnya.

Tetapi ia tetap mengesampikan masalah tersebut. Ia mengatakan tetap akan memimpin Nagoya dan menolak mengundurkan diri sebagai walikota di daerah asalnya itu. Ia lebih rela potong gaji ketimbang meninggalkan posisinya sebagai pelayan masyarakat.

"Saya masih ingin melayani warga Nagoya. Saya masih lanjut sebagai walikota di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak penyelenggara mengonfirmasi untuk mengganti medali emas yang baru. Mereka sudah mendapatkan izin dari Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang akan menanggung biaya pembuatannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini