Nurul Akmal Alami Body Shaming, Ketua KOI: Dia Ingin Tenang dan Fokus Latihan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 07 Agustus 2021 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 43 2452250 nurul-akmal-alami-body-shaming-ketua-koi-dia-ingin-tenang-dan-fokus-latihan-L4RP6U1uPU.jpg Nurul Akmal beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Lifter Nurul Akal mengalami pelecehan fisik secara verbal usai pulang dari Olimpiade Tokyo 2020. Menanggapi masalah itu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari meminta semua pihak dapat menciptakan lingkungan kondusif.

Okto, sapaan Raja Sapta, yang masih berada di Tokyo, Jepang, menelepon langsung lifter yang biasa dipanggil Amel pada Jumat (6/8/2021) malam. Dalam kesempatan itu, Okto menanyakan kondisi Amel selama menjalani karantina sejak kepulangannya bersama rombongan Kloter III Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo tiba di Tanah Air Kamis (5/8/2021) dini hari.

Baca juga: Lifter Nurul Akmal Jadi Korban Pelecehan Fisik, Pelatih: Dia Baik-Baik Saja

“Saya baru menelepon Amel, dia dalam keadaan sehat. Namun, ia mengaku cukup terganggu dengan pemberitaan yang terjadi baru-baru ini,” kata Okto dalam rilis yang diterima Okezone, Sabtu (7/8/2021).

Foto/Reuters

Pemberitaan tentang Amel viral di media massa dan media sosial. Hal itu terjadi setelah adanya oknum tak bertanggung jawa berteriak “yang paling kurus” saat Amel mengambil karangan bunga dalam acara penyambutan di Gedung VIP Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Baca juga: Berkah Olimpiade Tokyo 2020, Nurul Akmal Dihadiahi Rumah dari Pemerintah Aceh

Suara oknum tak bertanggung jawab itu terekam dałam video dari akun Instagram @timindonesiaofficial yang menyiarkan langsung acara penyambutan. Potongan video tersebut diunggah oleh beberapa akun media sosial hingga menjadi viral karena ungkapan itu identik dengan body shaming atau ekspresi penghinaan terhadap bentuk tubuh orang lain.

“NOC Indonesia sangat menyayangkan adanya oknum yang berbicara seperti itu. Apalagi, diungkapkan pada acara penyambutan Kontingen Indonesia. Tampil di Olimpiade itu tak mudah, atlet harus melewati kualifikasi agar bisa bersaing di multi event paling tertinggi dan bergengsi di dunia. Semua atlet yang tampil di Tokyo itu pahlawan. Mereka berjuang membawa nama Merah Putih di kancah internasional,” kata Okto.

“Namun, Amel memiliki jiwa yang sangat lapang. Dia menganggap perkataan itu becandaan dan memaafkan perkataan oknum tersebut. Dia meminta untuk tidak dibesar-besarkan lagi, sehingga mari kita semua menyetopnya. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak meremehkan orang lain, dalam bentuk apa pun. Apalagi jika orang tersebut tak kenal dan tak tahu bagaimana perjuangan Amel.”

Sementara itu, Amel meminta agar seluruh media dan warganet Berhenti membahas video viral tersebut. Saat ini, Amel ingin menjalani karantina dengan tenang agar dapat fokus latihan setelah kembali ke pemusatan latihan nasional.

Foto/Reuters

“Jujur jika dibahas terus menerus seperti sekarang ini, Amel jadi tidak nyaman dan terganggu karena terlalu heboh. Amel ingin menjalani karantina dengan tenang dan ingin fokus menyiapkan diri untuk berlatih lebih giat dan tekun lagi, mengingat akan ada banyak kejuaraan dan multi event international yang juga akan Amel ikuti,” tambah lifter kelahiran Aceh 12 Februari 1993 ini.

Amel merupakan lifter putri Indonesia pertama yang bermain di kelas berat Olimpiade. Bahkan, Amel berhasil menempati posisi lima kelas +87kg putri usai membukukan angkatan total 256kg (snatch 115kg dan clean&jerk 141kg) saat tampil di Tokyo International Forum, Jepang, Senin (02/08).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini