Lifter Nurul Akmal Jadi Korban Pelecehan Fisik, Pelatih: Dia Baik-Baik Saja

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 43 2451686 lifter-nurul-akmal-jadi-korban-pelecehan-fisik-pelatih-dia-baik-baik-saja-oXDAycrmGI.jpg Nurul Akmal beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Lifter Indonesia, Nurul Akmal menjadi korban pelecehan fisik. Menanggapi masalah tersebut, sang pelatih, Dirdja Wihardja, mengaku tidak masalah dan justru bangga dengan atlet angkat besi putri berusia 28 tahun itu.

Seperti diketahui, lifter Indonesia, Nurul, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dalam penyambutan atlet Indonesia dari Olimpiade Tokyo 2020 saat tiba di bandara Soekarno Hatta, Kamis (5/8/2021) dini hari WIB. Atlet asal Aceh tersebut menjadi korban body shaming.

Foto/Reuters

Dirdja sendiri membela anak asuhnya tersebut. Akan tetapi, dia juga tidak ingin terlalu terbawa emosi. Terlebih lifter yang turun di kelas +87 kg putri tersebut juga punya mental baja untuk menanggapi omongan miring tersebut.

Baca juga: Mengenal ROC di Olimpiade Tokyo 2020

“Kalau menurut saya namanya juga atlet angkat besi kan harus kuat,” ucap Dirdja, saat dihubungi MPI, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Awas! IOC Larang Sebar Luaskan Video Olimpiade Tokyo 2020 di Medsos

“Jadi kalau untuk masalah itu, saya sama sekali tidak ada masalah, Nurul juga baik-baik saja kondisinya,” sambungnya.

Dirdja justru mengaku bangga dengan anak asuhnya tersebut. Sebab Nurul merupakan lifter pertama asal Indonesia yang bermain di kelas berat.

“Saya bangga karena Nurul Akmal merupakan yang pertama dari Indonesia main di kelas berat, dia bisa dapat posisi lima, bangga,” lanjutnya.

Foto/Reuters

Nurul, merupakan wakil Indonesia yang bertanding di cabang olahraga angkat besi nomor +87kg putri di Olimpiade Tokyo 2020. Dia gagal meraih medali karena berhasil finis di urutan kelima dengan total angkatan 256 kg.

Sementara pada Olimpiade Tokyo 2020, cabor angkat besi menyumbang tiga medali untuk Indonesia, yakni satu perak Eko Yuli Irawan di nomor 61 kg putra, satu perunggu dari Windy Cantika Aisah di nomor 49 kg putri dan satu perunggu dari Rahmat Edwin Abdullah di nomor 73 kg putra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini