Ketika anaknya mendapatkan perawatan, Oksana melakukan latihan bersama tim senam artistik Jerman, dan Uzbekistan pun melepaskan kewarganegaraannya. Namun peraturan Jerman mengharuskan seseorang tinggal selama tiga tahun lebih dulu untuk mendapatkan kewarganegaraan di sana. Meski berlatih dengan Jerman, Oksana tetap membawa nama Uzbekistan pada Olimpiade 2004.

Pada 2008, Oksana secara resmi membela Jerman di Olimpiade di Beijing. Dirinya mampu menyumbang medali perak dari nomor Vault tunggal putri. Namun pada 2012, Oksana gagal meraih medali dengan hanya mampu memperoleh posisi kelima pada nomor yang sama dan ia pun mengumumkan dirinya akan pensiun.
Alih-alih pensiun, Oksana justru kembali berkompetisi pada Olimpiade Rio 2016 untuk membela Uzbekistan lagi. Meski gagal meraih medali, Oksana tetap mampu lolos dari babak kualifikasi dan menjadi pesenam artistik tertua saat itu di usia 41 tahun.
Meski tidak mampu bersaing dengan atlet muda, Oksana kembali menjadi tumpuan Uzbekistan pada Olimpiade Tokyo 2020 di usianya yang mencapai 46 meski harus kembali gagal meraih medali. Oksana pun menjadikan kesempatan tersebut sebagai Olimpiade terakhirnya dan memutuskan untuk langsung pensiun setelah melakukan aksinya pada 25 Juli kemarin.
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.