Cerita Ayah Apriyani Rahayu: Mengunci Kamar saat Anaknya Berjuang Bersama Greysia Polii Meraih Medali Emas

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 40 2451092 cerita-ayah-apriyani-rahayu-kunci-kamar-di-kamar-saat-anaknya-berjuang-bersama-greysia-polii-meraih-medali-emas-cSDvtiEz1V.jpg Greysia Polii mengalungkan medali emas kepada Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

LUAPAN kegembiraan di Indonesia dilontarkan semua pihak setelah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas - pertama kali bagi cabang bulutangkis ganda putri Indonesia sekaligus emas satu-satunya di Olimpiade Tokyo 2020.

Ayah Apriyani Rahayu, Amiruddin Pora, termasuk di antara mereka yang tidak dapat menyembunyikan kegembiraan dan rasa bangganya setelah menonton aksi putrinya itu di rumahnya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Foto/Okezone

Saat para kerabatnya berkumpul di ruang tengah sambal bersorak-sorai menyaksikan aksi Greys dan Apri di final Olimpiade, Amiruddin justru pilih menyendiri.

Baca juga: Bonus Fantastis Greysia Polii/Apriyani Rahayu Jadi Pembahasan Media Internasional

Dia mengunci pintu kamarnya, sendirian menonton Apri dan Greys meraih medali emas pertama bersejarah pertama bagi ganda putri Indonesia - sekaligus emas satu-satunya bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Kisah Ayah Apriyani Rahayu Buatkan Raket dari Kayu dengan Senar Pancing

"Semua orang bersorak kegirangan di luar, lalu saya putuskan mengurung diri di kamar sehingga bisa fokus berdoa sambal menonton pertandingan sendirian dan Allah mendengar doa saya. Dia menang medali emas," kata Amiruddin kepada AFP Selasa (3/8) sehari setelah kemenangan Apriyani dan Greysia.

Pria 63 tahun itu mengungkapkan bahwa istrinya, sekaligus ibunda Apri, yaitu Siti Jauhar, telah meninggal pada 2015. Namun, walau sudah tiada, ibundanya selalu menjadi penyemangat bagi Apri untuk meraih kemenangan penting.

Kemenangan ini menjadi hadiah bagi perempuan yang telah menginspirasi Apri untuk bangkit menjadi pebulutangkis profesional.

Sehari sebelum ke Jepang, Apri ke kampung halaman di Kota Konawe, Sulawesi Tenggara, untuk ziarah ke makam ibunda sekaligus meminta doa restu dari ayahnya.

Para kerabat pun saat itu juga datang ke rumah Amiruddin untuk sama-sama mendoakan bagi keberhasilan Apri di tengah kunjungannya itu.

"Sudah menjadi tradisi bagi Apri setiap mau ikut kompetisi dia selalu pulang ke rumah untuk bertemu orang tua, minta doa restu dari saya," katanya.

"Doa-doa kami akhirnya dikabulkan Allah."

Begitu sampai di Tokyo, Apri pun menelpon ayahnya setiap hari dan meminta dia untuk terus mendoakannya.

Bagi Amiruddin kesuksesan putrinya menggapai emas berkat doa disertai kerja kerasnya sendiri.

"Setiap dia keluar dari hotel menuju arena, dia selalu telepon saya minta didoakan. Saya selalu bilang ke dia agar tetap tenang dan serahkan semuanya kepada Allah," ujar Amiruddin.

Foto/Reuters

Dia pun mengaku telah memberi Apri nasihat untuk bisa terus berprestasi setelah menang di Olimpiade: dengarkan pelatihmu dan jangan sombong.

"Dia itu orang yang selalu penuh motivasi. Dia tidak pernah lelah berlatih," ujarnya.

"Jangan salah, saya tidak cuma mendoakan Rahayu, namun juga untuk Greysia. Saya mendoakan mereka berdua. Mereka membuat kita semua bangga."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini