TOKYO - Lifter transgender asal Selandia Baru, Laurel Hubbard, mencuri perhatian di Olimpiade Tokyo 2020. Setelah sempat menjadi bahan pembicaraan, Hubbard menyatakan ingin pensiun usai Olimpiade Tokyo 2020.
Hubbard menyatakan faktor usia adalah alasan utama di balik keputusannya untuk pensiun. Atlet asal Selandia Baru itu ingin berkonsentrasi pada hal-hal di luar angkat besi setelah pensiun.

“Usia telah mengejar saya. Bahkan jika kita jujur, itu (komentar-komentar soal dirinya atlet transgender) mungkin menarik perhatian saya beberapa waktu lalu,” kata Hubbard dilansir dari Fox Sport, Rabu (4/8/2021).
“Keterlibatan saya dalam olahraga mungkin karena tidak ada atlet yang lain, dan mungkin sudah waktunya bagi saya untuk mulai berpikir untuk gantung sepatu (pensiun) dan berkonsentrasi pada hal-hal lain dalam hidup saya,” tambahnya.
BACA JUGA: Jadi Transgender Pertama di Olimpiade, Laurel Hubbard: Saya Ingin Dianggap sebagai Seorang Atlet
Sebagaimana diketahui, Hubbard merupakan atlet transgender pertama yang secara resmi diumumkan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengikuti cabang olahraga (cabor) angkat besi putri. Akan tetapi, dia gagal tampil maksimal dalam penampilan perdananya.