“Kami latihan sekitar sampai dua bulan, kami latihan untuk pertandingan di Brasil. Yang latih ayah, latihan bisa seminggu tiga kali,” lanjut dia.
Nurul Kamarullah menjelaskan bahwa dia tak memaksa anaknya untuk berlatih karate. “Awal mulanya sekitar usia empat tahun, mereka ikut tempat saya melatih. Sebetulnya kita tidak ada niatan untuk mencetak (jadi atlet), tapi awalnya mereka suka ikut saya. Kemudian melihat anak-anak lain ikut kompetisi, mereka pun suka," ujarnya.
“Kemarin itu sekitar 37 negara, yang tercatat 1.500 atlet di Brasil. Seperti orang tua umumnya, mereka bisa meraih cita-citanya,” kata Nurul Kamarullah, ayah Zahran dan Zahira.
Zahran dan Zahira berharap dapat sekolah dengan jalur prestasi dan terus membanggakan kedua orang tuanya dan mengharumkan Indonesia.
(Rachmat Fahzry)