Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cetak Sejarah, Laurel Hubbard Jadi Atlet Transgender Pertama yang Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

Rifqi Herjoko , Jurnalis-Selasa, 03 Agustus 2021 |08:27 WIB
Cetak Sejarah, Laurel Hubbard Jadi Atlet Transgender Pertama yang Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020
Laurel Hubbard saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)
A
A
A

TOKYO – Atlet asal Selandia Baru, Laurel Hubbard, mencatatkan sejarah baru di pentas Olimpiade Tokyo 2020. Laurel Hubbard menjadi atlet transgender pertama yang tampil di pentas Olimpiade.

Sebagaimana diketahui, Laurel Hubbard turut mentas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang olahraga (cabor) angkat besi. Hubbard tampil di nomor +87 kg putri.

Laurel Hubbard

Dalam kelas tersebut pun, Hubbard turut bersaing dengan lifter asal Indonesia, Nurul Akmal. Mereka saling bersaing dalam perlombaan yang digelar pada Senin 2 Agustus 2021 malam WIB.

Kehadiran sosok Hubbard sendiri sempat diperkirakan banyak orang akan mendapat medali, mengingat statusnya yang merupakan transgender. Tetapi, dia gagal memenuhi ekspektasi tersebut.

BACA JUGA: Finis 5 Besar di Olimpiade Tokyo 2020, Lifter Nurul Akmal Tetap Bersyukur

Dari tiga percobaan di angkatan snatch, Hubbard gagal menunjukkan kinerja optimal. Dengan demikian, atlet asal Selandia Baru itu otomatis tersingkir dari ajang Olimpiade.

Atlet veteran itu tidak dapat menstabilkan beban 120 kg di atas kepalanya. Setelahnya, dia juga mengalami dua kali kegagalan pada berat yang sama, yakni 125 kg.

BACA JUGA: Indonesia Tak Ikut Olimpiade 1964 dan 1980, Ini Alasannya

Keikutsertaan sang atlet dalam Olimpiade ini sempat menimbulkan kontroversi serta perbincangan publik. Lifter Belgia, Anna Vanbellinghen, merupakan salah satu yang menentang partisipasi Hubbard di ajang bergengsi empat tahunan tersebut.

"Siapa pun yang telah melatih cabor angkat besi, tahu bahwa fisik kedua gender (laki-laki dan perempuan) jelas berbeda. Situasi ini tidak adil untuk olahraga dan atlet putri yang berlaga,” ujar Anna, dilansir dari Daily Star, Selasa (3/8/2021).

Namun demikian, Hubbard sejatinya telah memenuhi syarat untuk bertanding di Olimpiade sejak 2015. Saat itu, IOC pertama kalinya mengizinkan atlet transgender menjalani laga di ajang bergengsi dunia itu.

IOC mengizinkan peserta transgender jika kadar testosteron mereka di bawah 10 nanomol per liter selama setidaknya satu tahun sebelum kompetisi dihelat.

Laurel Hubbard

Di sisi lain, Hubbard bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh IOC untuk mewakili bangsanya di panggung terbesar dunia. Atlet berusia 43 tahun itu pun angkat suara.

"Olimpiade adalah perayaan global yang berisi harapan, cita-cita, dan nilai-nilai kita,” ujar Hubbard.

"Saya mengapresiasi IOC atas komitmennya untuk membuat olahraga dapat diakses oleh segala kalangan," tutupnya.

(Djanti Virantika)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement