Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020, Raket Greysia Polii/Apriyani Rahayu Masuk Museum IOC

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 04:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 40 2449907 cetak-sejarah-di-olimpiade-tokyo-2020-raket-greysia-polii-apriyani-rahayu-masuk-museum-ioc-bTZlimlQyy.jpg Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, rebut emas bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS/Leonhard Foeger)

TOKYO - Keberhasilan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 akan diabadikan. Kedua raket yang mereka gunakan pun disumbangkan ke Museum Warisan IOC.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menumbangkan wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan di partai final Olimpiade Tokyo 2020. Mereka menang lewat dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15, di Musashino Forest Sport Plaza, Senin 2 Agustus 2021 siang WIB.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Pada pertandingan itu sendiri, terjadi hal yang tak terduga. Ketika shuttlecock masih bergulir, Greysia Polii dengan cekatan berlari ke pinggir lapangan untuk mengambil raket pengganti.Saat itu Greysia Polii berlari ke pinggir karena raket yang digunakannya rusak.

Kini, raket yang digunakan Greysia dan juga Apriyani tidak akan ikut pulang ke Tanah Air. Kedua raket tersebut diberikan kepada Presiden IOC, Thomas Bach dan bakal dikirim ke Museum Warisan IOC.

Sangat wajar jika IOC memamerkan raket milik Greysia/Apriyani. Apalagi mereka sudah mencatatkan sejumlah prestasi pada Olimpiade Tokyo 2020. Hal pertama adalah Greysia/Apriyani selalu mengungguli perolehan poin atas Chen/Jia.

BACA JUGA: Apriyani Rahayu Raih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020, Bupati Konawe Beri Tanah, Rumah hingga Sapi

Prestasi Greysia/Apriyani di partai final kali ini sekaligus menjadi raihan medali emas pertama untuk wakil Indonesia di ajang Olimpiade 2020. Dengan begitu, wakil Merah Putih meraih lima medali dengan rincian satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Selain itu, Greysia Polii membukukan namanya sebagai pebulutangkis tertua yang berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade. Dia diketahui meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di usia 33 tahun lebih 356 hari. Medali emas kali ini jelas akan menjadi kado yang paling indah bagi atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1987 itu.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Sebelumnya rekor ini tercatat atas nama Zhang Ning. Pebulutangkis tunggal putri asal China itu meraih medali emas di ajang Olimpiade Beijing 2008 di usia 33 tahun lebih 89 hari. Zhang Ning juga menyumbangkan emas untuk China pada Olimpiade Athena 2004.

Setelah berjaya di Olimpiade, akankah Greysia Polii/Apriyani melanjutkan dominasi mereka di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Asian Games 2022 hingga Olimpiade Paris 2024? Menarik untuk dinantikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini