Unik! Medali Emas Atletik Olimpiade Tokyo 2020 Harus Dibagi Dua, Pertama Kalinya dalam 113 Tahun

Rifqi Herjoko, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 43 2449404 unik-medali-emas-atletik-olimpiade-tokyo-2020-harus-dibagi-dua-pertama-kalinya-dalam-113-tahun-y7g8Zar14v.jpg Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi berbagi medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

TOKYO – Momen bersejarah yang unik terukir di cabang olahraga (cabor) atletik Olimpiade Tokyo 2020. Untuk pertama kalinya dalam 113 tahun penyelenggaraan Olimpiade, medali emas di cabor tersebut harus dibagi ke dua pemenang.

Ya, ada dua atlet atletik saling berbagi medali emas dalam nomor yang mereka ikuti. Dengan kata lain, peringkat pertama dan kedua pada laga tersebut sama-sama meraih emas!

Gianmarco Tamberi

Momen unik itu tepatnya terjadi pada Minggu 1 Agustus 2021 dalam nomor pertandingan lompat tinggi putra. Ada dua atlet yang yang dipastikan keluar sebagai pemenang, mereka ialah Mutaz Essa Barshim (Qatar) dan Gianmarco Tamberi (Italia).

Kedua atlet itu menjalani laga dengan sukses hingga lompatan 2,37 meter. Tidak ada percobaan apa pun yang gagal sampai mereka berusaha untuk melewati 2,39 meter.

Setelah masing-masing atlet mengalami tiga kali kegagalan pada ketinggian itu, seorang ofisial Olimpiade awalnya menawarkan mereka lompatan terakhir untuk menentukan pemenangnya.

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020, IOC Tolak Permintaan Peringatan Khusus Peristiwa Bom Hiroshima

"Kita bisa menentukan pemenangnya melalui lompatan terakhir," ujar seorang petinggi turnamen kepada pasangan atlet tersebut di trek.

BACA JUGA: Rebut Medali Emas di Nomor 100 Meter Olimpiade Tokyo 2020, Marcell Jacobs: Ini Mimpi Jadi Kenyataan

Akan tetapi, Mutaz Essa Barshim dengan cepat menanggapinya. Dia menanyakan apakah dirinya dan juga Gianmarco Tamberi bisa mendapatkan medali emas secara berbarengan.

"Bisakah kita memiliki dua emas?” Barshim bertanya kepadanya.

Ofisial itu lalu mengangguk. Sontak saja, kedua atlet itu bergandengan tangan dan bersorak kegirangan. Itu jelas merupakan momen yang mengharukan dalam turnamen kali ini.

"Saya melihat dia dan dia melihat saya. Kami hanya memandang satu sama lain dan kami tahu keputusan itulah yang paling tepat," kata Barshim dilansir dari Marca.

"Dia adalah salah satu teman terbaik saya. Tidak hanya di trek, tetapi di luar trek. Kami bekerja sama dalam setiap laga. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ini adalah semangat sejati, semangat olahragawan. Kami di sini untuk menyampaikan pesan tersebut." Sambungnya dengan antusias.

Mutaz Essa Barshim

Di sisi lain, keputusan itu juga membuat Tamberi terharu. Pasalnya, Tamberi mengalami patah pergelangan kaki beberapa hari sebelum Olimpiade Rio 2016.

Dengan demikian, sejarah unik medali bersama di ajang Olimpiade itu pun tercipta. Ini merupakan pertama kalinya sejak 113 tahun.

Medali emas cabor atletik Olimpiade Tokyo 2020 dibagi menjadi 2. Tamberi dan Barshim telah menunjukkan kesetiakawanan serta menjunjung tinggi semangat sportivitas dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini