Lifter China Tak Pernah Diminta Tes Doping, Windy Cantika Aisah Tetap Sabet Medali Perunggu Olimpiade Tokyo 2020

Rifqi Herjoko, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 43 2449138 lifter-china-tak-pernah-diminta-tes-doping-windy-cantika-aisah-tetap-sabet-medali-perunggu-olimpiade-tokyo-2020-eCj0QNqdV6.jpg Hou Zhihui (tengah) dan Windy Cantika (kanan), peraih medali di cabang olahraga angkat besi kelas 49 kg Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS/Edgard Garrido)

TOKYO – Lifter China Hou Zhihui ternyata tak pernah diminta untuk melakukan tes doping. Alhasil, lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah tetap mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, sedangkan emas digondol Hou Zhihui.

Sebelumnya, Hou Zhihui meraih medali emas di kelas 49 kg putri. Dia mengungguli lifter India, Chanu Saikhom Mirabai yang meraih perak, dan atlet Windy Cantika yang menyabet medali perunggu di Tokyo International Forum, Sabtu 24 Juli 2021.

Hou Zhihui

(Hou Zhihui rebut emas Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS)

Beberapa hari setelah lomba, tersiar kabar soal doping yang bersumber dari media Indonesia. Rumor tersebut menyatakan Hou Zhihui diwajibkan menjalani tes doping. Karena itu, dia masih menetap di Tokyo, Jepang, sembari menunggu hasil tes keluar.

Kabar tersebut jelas mengejutkan. Sebab, standar doping yang ditetapkan pada ajang Olimpiade, sangat ketat. Jika Hou Zhihui gagal melewati tes doping, maka medali emas akan dicabut dan dialihkan kepada Chanu. Cantika sendiri bakal mewarisi medali perak.

Namun, kabar tersebut ternyata hanya isapan jempol. Hal itu diketahui dari berita yang muncul dari salah satu media India, yang mengklarifikasi berita viral tersebut.

“Kami telah melaporkan beberapa waktu lalu bahwa Hou akan dites doping oleh penyelenggara. Namun, kami ingin menyatakan bahwa tidak ada tes yang terjadi," tulis media ANINews pada edisi akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Naik Turun Kehidupan Erwin Abdullah, Menangis di Athena hingga Bahagia Lihat sang Anak Rebut Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020

“Itu merupakan kesalahan yang tidak disengaja ketika memproduksi sebuah berita. Dengan demikian, tidak ada prosedur tes anti-doping yang dijalankan setelah pertandingan kelas 49 kg putri tersebut," sambung media tersebut, Minggu (1/8/2021).

Dengan begitu, urutan peraih medali pun masih tetap sama. Hou Zhihui berhak atas medali emas, diikuti Chanu Mirabai dengan medali perak, serta Windy Cantika Aisah yang membawa pulang medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Windy Cantika Aisah

Windy Cantika Aisah merupakan atlet pertama Indonesia yang merebut medali di Olimpiade Tokyo 2020. Setelah Windy Cantika Aisah, medali dipersembahkan Eko Yuli Irawan (perak – 61 kg, angkat besi) dan Rahmat Erwin Abdullag (perunggu – 73 kg, angkat besi).

Kontingen Indonesia masih bisa menambah pundi-pundi medali. Sebab, Greysia Polii/Apriyani Rahayu sudah menyegel medali perak, mengingat keberhasilan mereka lolos ke final nomor ganda putri.

Bahkan jika menang atas Chen Qingchen/Jia Yifan pada final yang berlangsung Senin, 2 Agustus 2021, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan mempersembahkan emas bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Selain Greysia Polii/Apriyani Rahayu, masih ada tunggal putra Anthony Ginting yang sudah tiba di semifinal. Di semifinal yang berlangsung Minggu, 1 Agustus 2021 pukul 10.50 WIB, Anthony Ginting akan menghadapi tunggal putra asal China sekaligus peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Chen Long.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini