Tak Tahan Cuaca Panas, Petenis Spanyol Diangkut dengan Kursi Roda di Olimpiade Tokyo 2020

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Minggu 01 Agustus 2021 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 40 2449032 tak-tahan-cuaca-panas-petenis-spanyol-diangkut-dengan-kursi-roda-di-olimpiade-tokyo-2020-LxY0jAOmfC.jpg Paula Badosa saat beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (Reuters)

TOKYO - Petenis asal Spanyol, Paula Badosa, harus diangkut dengan kursi roda usai bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, dia tak tahan dengan cuaca panas Jepang, yang dianggapnya terlalu menyengat.

Dia menyelesaikan pertandingan dan meninggalkan lapangan dengan kursi roda. Hal itu karena Badosa tak kuasa menahan panasnya cuaca Jepang dan absen di set kedua Olimpiade Tokyo 2020.

Foto/Reuters

Badosa menghadapi Marketa Vondrousova, asal Republik Ceko di perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020. Namun, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan set kedua karena tak kuat dengan sengatan matahari. Badosa pun kalah dengan skor 6-3, 0-0.

Baca juga: Gagal di Tunggal Putra, Novak Djokovic Tak Dapat Perunggu di Ganda Campuran Olimpiade Tokyo 2020

Menurut laporan Metro News, Sabtu (31/7/2021), penyebab dari Badosa mengundurkan diri saat set kedua tersebut karena dia tidak kuat melawan panas terik matahari Jepang. Badosa pun langsung diberi perawatan dan tubuhnya langsung dibalut handuk dingin.

Baca juga: Penembak China Yang Qian Rebut Emas Olimpiade Tokyo 2020, Jepit Rambut Bebek Diburu Pembeli

Lebih parahnya, Badosa juga harus berjalan ke luar lapangan dengan menggunakan kursi roda. Saat itu, Badosa dibantu oleh staf dan tim Olimpiade Tokyo 2020.

Bukan hanya itu, Badosa juga mengundurkan diri dari pertandingan ganda campuran bersama Pablo Carreno Busta. Ternyata bukan Badosa yang merasakan panas sengatan matahari Jepang yang sangat tidak masuk akal. Namun, ternyata banyak petenis lain yang mengeluhkan hal tersebut.

Salah satunya petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic. Petenis asal Serbia itu sendiri gagal membawa medali karena kalah di perebutan medali perunggu tunggal putra dari wakil Spanyol.

“Saya tidak mengerti mengapa mereka tidak memulai pertandingan pada jam 3 sore. Kami masih punya tujuh jam untuk bermain. Mereka memiliki lampu di semua lapangan,” kata Novak Djokovic, melansir dari Metro Sport, Sabtu (31/7/2021).

Foto/Reuters

“Anda merasa memiliki beban di pundak Anda karena ada begitu banyak panas dan kelembapan serta udara yang stagnan,” lanjut petenis berusia 34 tahun itu.

“Anda tidak merasakan diri sendiri, Anda merasa lambat dengan kaki Anda. Ini bukan pertama kalinya kami mengalami kondisi sulit,” ujar Djokovic.

“Saya berbicara dengan beberapa orang di ruang ganti dan mereka semua mengatakan ini adalah yang terberat yang mereka alami hari ke hari,” sambungnya.

“Saya tidak begitu mengerti mengapa Federasi Tenis Internasional (ITF) tidak ingin memindahkan pertandingan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini