Perjuangan Pebulu Tangkis Guatemala Kevin Cordon, dari Tak Punya Uang Sampai Lolos ke Perempatfinal Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 40 2448150 perempatfinal-olimpiade-tokyo-2020-kevin-cordon-pebulutangkis-kere-yang-tak-dapat-dukungan-dari-negaranya-B6TIX865Ma.jpg Kevin Cordon pebulu tangkis asa Guatemala. (Foto/Reuters)

TOKYO – Kevin Cordon, pebulu tangkis asal Guatemala berhasil melenggang ke babak perempatfinal nomor tunggal putra bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Di balik pencapaiannya, Kevin Cordon harus berjuang keras agar bisa tampil di ajang olahraga terbesar tersebut.

Ia mengaku sempat tak punya uang dan tak mendapat dukungan dari negaranya untuk tampil di Olimpiade. Kevin Cordon mengakui tempat kelahirannya termasuk negara kecil yang miskin dan tidak memiliki banyak penggemar di olahraga bulu tangkis.

Foto/Reuters

Pria berusia 34 tahun ini juga mengaku bahwa selama ini ia lebih banyak menyaksikan pemain-pemain papan atas bulu tangkis melalui video di internet. Oleh karena itu, ia mengaku bangga di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini karena dapat bermain bersama mereka.

Baca juga: Anthony Ginting Jaga Fokus di Perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020

“Di Guatemala, mereka bukan penggemar berat bulu tangkis. Ini semua sepakbola, sepakbola, sepakbola. Bagi kami, tidak mudah mencapai turnamen. Bahkan bermain satu turnamen di Eropa sangat mahal. Jadi bermain di Olimpiade melawan pemain top yang biasa saya tonton di video atau internet adalah sebuah kehormatan,” ucapnya dikutip dari laman resmi BWF, Kamis (29/7/2021).

“Negara kami miskin dan bukan pendukung besar bulu tangkis, jadi jika kami memiliki satu kesempatan untuk bersaing, itu adalah bermain dengan hati, dan itulah yang saya lakukan. Saya bermain dengan hati saya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan Cordon mengikuti sebanyak empat gelaran olimpiade terakhir, ia tak pernah terpikir sekalipun menuju ke babak fase gugur. Sejak pertama kali lolos di Olimpiade Beijing 2008, ia hanya bermimpi memenangkan satu pertandingan.

Namun kini, di Olimpiade Tokyo 2020 capaiannya melebihi ekspektasi tersebut usai tampil apik di fase grup C. Ia meraih dua kemenangan sekaligus dengan straight game melawan wakil Hongkong Angus K.L. Ng dan wakil Meksiko Lino Munoz.

Puncaknya ia secara dramatis mengandaskan perlawanan wakil Belanda, Mark Caljouw di babak 16 besar. Ia pun terlihat meluapkan ekspresi kegembiraan yang luar biasa pada laga yang berakhir dengan skor 21-17, 3-21, dan 21-19 tersebut.

Foto/Reuters

“Ketika saya pertama kali lolos ke Olimpiade (di Beijing 2008) itu adalah mimpi hanya untuk bermain di Olimpiade dan mimpi untuk memenangkan satu pertandingan,” ujar Cordon.

“Setelah itu saya masih bermimpi untuk memenangkan lebih banyak pertandingan, dan sekarang saya sudah memenangkan tiga pertandingan di sini. Aku hanya tidak bisa mempercayainya,” tambahnya.

Dengan hasil tersebut, Kevin Cordon pun berpotensi berbicara lebih banyak di ajang ini setelah berhak lolos ke babak perempat final. Di babak tersebut, ia akan menghadapi lawan yang tidak mudah yakni wakil Korea Selatan yang mengalahkan Kento Momota di fase grup, Heo Kwang-Hee.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini