Romantis, Atlet Anggar Ini Dilamar Pelatihnya Setelah Tanding di Olimpiade Tokyo 2020

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 43 2446879 romantis-atlet-anggar-ini-dilamar-pelatihnya-setelah-tanding-di-olimpiade-tokyo-2020-U9MWGUx798.jpg Maria Belen Perez Maurice bersama sang pelatihnya. (Foto: Instagram/@belenperezmaurice)

TOKYO – Pemandangan yang tak biasa datang dari cabang olahraga (cabor) anggar Olimpiade Tokyo 2020. Seorang atlet anggar putri asal Argentina bernama Maria Belen Perez Maurice secara mengejutkan dilamar pelatihnya sendiri usai berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Aksi sang pelatih tampaknya menjadi pelipur lara Maria. Pasalnya, dia mendapati pelatihnya melamar dirinya saat menelan kekalahan dari atlet Hungaria, Anna Marton.

Maria Belen Perez Maurice

Hal itu terjadi tepatnya pada Senin 26 Juli 2021. Saat itu, Maurice kalah dari Anna Marton dengan skor 12-15 di nomor saber individual. Perjalanan Maurice pun harus terhenti di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Tetapi, kekecewaannya karena harus tersingkir pada saat itu, terobati seketika setelah pertandingan. Pelatihnya yang bernama Lucas Guillermo langsung berlutut di hadapannya sambil mengeluarkan secarik kertas.

BACA JUGA: 3 Pesaing Terberat Lalu Muhammad Zohri di Olimpiade Tokyo 2020, Nomor 1 Bisa Jadi Penerus Usain Bolt

“Tolong, maukah engkau menikah denganku?” tulis sang pelatih di bawah gemerlap lampu Makuhari Messe Hall pada saat itu, dikutip dari laman Reuters, Selasa (27/7/2021).

Sontak, Perez Maurice langsung mengatakan ‘ya’ sebagai tanda menerima lamaran tersebut. Kemudian, mereka langsung saling berpelukan dan berciuman.

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Indonesia yang Sudah Tanding Dijadwalkan Pulang ke Tanah Air Kamis 29 Juli

Momen tersebut diabadikan dalam sebuah rekaman yang tersebar luas di jagat maya. Dalam kesempatan lain, Maurice mengaku kepada wartawan bahwa dirinya terkejut pada saat itu.

Pasalnya, Guillermo sampai rela-rela meminta bantuan relawan serta awak media di ruang pertandingan untuk menyukseskan rencananya tersebut. Alhasil, rencana itu berhasil dan membuat momen tersebut menjadi indah.

“Saat itu, pers menyuruh saya berbalik dan dia memiliki pesan itu. Saya lupa segalanya (tentang kekalahan tersebut). Saya seperti ‘ya Tuhan’,” ucap Maurice.

Ternyata, momen lamaran ini bukan kali pertama yang dilakukan sang pelatih kepada Maurice. Sebelumnya, Guillermo pernah melakukan hal serupa pada 2010 ketika Maurice masih berumur 17 tahun.

Maria Belen Perez Maurice

Saat itu, Maurice secara tegas menolak karena merasa masih terlalu muda dan ingin fokus pada kariernya. Guillermo pun mendukung keputusan tersebut dan tetap giat melatih Maurice hingga 10 tahun kemudian.

Bukti kesabaran sang pelatih menuai akhir yang bahagia bagi keduanya. Mereka tentu akan berbahagia ketika kembali ke kampung halamannya di Buenos Aires, Argentina, akhir pekan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini