Lucu, Pesepeda Belanda Mengira Dapat Medali Emas Ternyata Cuma Perak di Olimpiade Tokyo 2020

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 43 2446018 lucu-pesepeda-belanda-mengira-dapat-medali-emas-ternyata-cuma-perak-di-olimpiade-tokyo-2020-Gs4UU2pxgq.jpg Annemiek van Vleuten merayakan kemenangan saat mengira mendapat emas di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

OYAMA – Momen lucu terjadi kekita pesepeda asal Belanda, Annemiek van Vleuten, mengira mendapatkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Bahkan sang atlet sudah merayakan kemenangan semunya itu dengan kebahagiaan.

Berlangsung di Sirkuit Fuji Speedway, pada Minggu, 25 Juli 2021, nomor balap sepeda putri sebenarnya dimenangkan oleh atlet Austria, Anna Kiesenhofer. Dia meraih medali emas dengan waktu 3 jam 52 menit 45 detik.

Foto/Reuters

Kiesenhofer begitu dominan, dengan keunggulan mencapai 1 menit 15 detik dari pesaing terdekatnya, Van Vleuten. Saking jauhnya keunggulan Kiesenhofer, Van Vleuten sampai lupa jika dia sebenarnya menduduki posisi kedua.

Baca juga: Komite Olimpiade Internasional Resah Banyak Atlet Lepas Masker di Podium

Tak ayal, Van Vleuten sangat senang begitu menyentuh garis finis. Dia merayakan keberhasilannya dengan mengangkat kedua tangannya sampai menangis terharu, karena mengira berhasil merebut medali emas.

Baca juga: Kalahkan Windy Cantika di Olimpiade Tokyo 2020, Lifter India Dapat Pizza Gratis Seumur Hidup

Padahal, ketika itu Kiesenhofer sudah lebih dahulu menyelesaikan balapan dan merayakan medali emas. Itu merupakan emas pertamanya yang pernah diraih dari Olimpiade.

Tim Belanda kemudian langsung mengingatkan jika sebenarnya Van Vleuten hanya menduduki posisi kedua. Dia pun mengakui jika terjadi kesalahan, akibat minimnya informasi yang didapat.

“Ya, saya sempat merasa menang. Saya menyesali kejadian itu. saya merasa sangat bodoh, namun kemudian rekan satu tim juga tak tahu” kata Van Vleuten di laman resmi Olimpiade.

Foto/Reuters

Maklum, pada Olimpiade kali ini para pembalap memang tak diperkenankan berkomunikasi melalui radio. Hal itu membuat tim tak bisa memberikan informasi balapan secara langsung.

Sementara medali perunggu diraih oleh pesepeda Italia, Elisa Longo Borghini. Ini merupakan medali perunggu Boghini kedua secara beruntun, setelah dia mendapat hasil yang sama pada Olimpiade Rio 2016.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini