Perjuangan Keras Anak Penjaga Sekolah hingga Bela Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Siapa Dia?

Agregasi Solopos, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 43 2445562 perjuangan-keras-anak-penjaga-sekolah-hingga-bela-indonesia-di-olimpiade-tokyo-2020-siapa-dia-SMBwhApWAT.jpg Alviyanto Bagas siap bela tim panahan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Instagram/@worldarchery)

SUYAMTO, ayah dari salah satu atlet panahan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Alviyanto Bagas Prastyadi, menceritakan perjuangan sang anak hingga akhirnya tampil di ajang empat tahunan tersebut. Suyamto yang berprofesi sebagai penjaga sekolah, mengatakan Bagas sudah belajar memanah sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Alviyanto Bagas Prastyadi yang kelahiran 18 Februari 2002, merupakan atlet panahan andalan Indonesia yang mencoba membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di Olimpiade Tokyo 2020. Pria yang akrab disapa Bagas ini akan tampil di beberapa nomor, di antaranya beregu recurve putra cabor panahan di Jepang, Senin, 26 Juli 2021.

Alviyanto Bagas

Di nomor tersebut, Bagas bakal tampil bersama dua rekannya, Riau Ega Agatha dan Arif Dwi Pangestu. Selanjutnya, Bagas juga dijadwalkan tampil di nomor individu di Olimpiade Tokyo Jepang 2020, Selasa, 27 Juli 2021.

Bagas merupakan anak dari pasangan Suyamto, 45 dan Kusmiyati, 39. Sehari-harinya, Suyamto bekerja sebagai penjaga malam di SDN 2 Bonyokan. Sejak lima tahun terakhir, Suyamto menderita sakit gula.

Sementara itu, Kusmiyati merupakan mantan atlet panahan andalan Jateng. Kusmiyati pernah memperkuat tim panahan Jateng di ajang PON Kalimantan (2008) dan PON Riau (2012). Prestasi tertinggi ibunya di PON, yakni meraih medali perunggu. Bakat memahan Bagas turun dari ibunya.

BACA JUGA: Jadwal Wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Hari Ini, Minggu 25 Juli 2021

“Anak saya itu mulai belajar memanah sejak kelas IV SDN2 Bonyokan. Dia dibimbing ibunya. Saya jarang bertemu langsung karena Bagas sering mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan. Sebagai bapaknya, saya turut berdoa setiap hari. Semoga sukses dan lancar. Pulang bawa prestasi yang baik,” kata Suyamto, Okezone mengutip dari SOLOPOS, Minggu (25/7/2021).

Hal senada dijelaskan Kusmiyati selaku ibu dari Bagas. Bagas dilatih Kusmiyati. Selain itu ada pula beberapa pelatih panahan yang mengasah Bagas menjadi pemanah profesional. Di antaranya Esti Setyaningsih, Dedi Margi Pamungkas, dan Heri.

Panahan Olimpiade Tokyo 2020

(Suasana venue panahan Olimpiade Tokyo 2020. Foto: NOC Indonesia)

“Bagas itu kali pertama belajar memanah dari panah lungsuran saya. Lalu, mulai ikut lomba pertama kali saat duduk di bangku kelas IV SD. Waktu itu, dia langsung meraih juara [Popda Provinsi Jateng]. Setelah itu, selalu dapat nomor saat ikut lomba. Sebelum ikut Olimpiade Tokyo 2020, Bagas meraih medali perak beregu putra di World Cup Paris,” kata Kusmiyati.

Pelatih Bagas, Esti Setyaningsih, mengatakan bakat yang dimiliki anak didiknya terasa karena sudah latihan sejak kecil. “Bagas itu mengasah bakatnya dari nol. Dia tak memiliki bakat terpendam. Bakat yang dia miliki sekarang ini adalah bakat terlatih. Tim panahan Indonesia ini disebut-sebut tim underdog. Tapi, pencapaian di World Cup Paris kemarin dapat memacu Bagas dkk untuk meraih prestasi di Olimpiade,” katanya.

Sebagai atlet nasional, lanjut Esti Setyaningsih, Bagas harus memiliki mental baja. Di samping itu, Bagas harus disiplin menjaga diri di mana pun berada. “Kami selalu menekankan ke Bagas agar selalu berhati-hati. Soalnya, sekarang dia sudah menjadi delegasi negara. Perjalanan Bagas hingga sekarang ini tak mudah,” kata Esti yang mengaku sudah tampil lima kali di ajang PON di Indonesia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini