Hal senada dijelaskan Kusmiyati selaku ibu dari Bagas. Bagas dilatih Kusmiyati. Selain itu ada pula beberapa pelatih panahan yang mengasah Bagas menjadi pemanah profesional. Di antaranya Esti Setyaningsih, Dedi Margi Pamungkas, dan Heri.

(Suasana venue panahan Olimpiade Tokyo 2020. Foto: NOC Indonesia)
“Bagas itu kali pertama belajar memanah dari panah lungsuran saya. Lalu, mulai ikut lomba pertama kali saat duduk di bangku kelas IV SD. Waktu itu, dia langsung meraih juara [Popda Provinsi Jateng]. Setelah itu, selalu dapat nomor saat ikut lomba. Sebelum ikut Olimpiade Tokyo 2020, Bagas meraih medali perak beregu putra di World Cup Paris,” kata Kusmiyati.
Pelatih Bagas, Esti Setyaningsih, mengatakan bakat yang dimiliki anak didiknya terasa karena sudah latihan sejak kecil. “Bagas itu mengasah bakatnya dari nol. Dia tak memiliki bakat terpendam. Bakat yang dia miliki sekarang ini adalah bakat terlatih. Tim panahan Indonesia ini disebut-sebut tim underdog. Tapi, pencapaian di World Cup Paris kemarin dapat memacu Bagas dkk untuk meraih prestasi di Olimpiade,” katanya.
Sebagai atlet nasional, lanjut Esti Setyaningsih, Bagas harus memiliki mental baja. Di samping itu, Bagas harus disiplin menjaga diri di mana pun berada. “Kami selalu menekankan ke Bagas agar selalu berhati-hati. Soalnya, sekarang dia sudah menjadi delegasi negara. Perjalanan Bagas hingga sekarang ini tak mudah,” kata Esti yang mengaku sudah tampil lima kali di ajang PON di Indonesia tersebut.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.