TOKYO – Komite penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 memberikan penjelasan soal pembagian kondom kepada para atlet. Mereka memastikan bahwa kondom yang dibagikan kepada atlet hanyalah sebatas suvenir.
Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 pun menjamin bahwa kondom tidak akan dibagikan selama atlet masih berkompetisi. Lantaran sifatnya sebatas cendera mata, barang ini baru akan diberikan setelah turnamen berakhir.

Pembagian kondom di Olimpiade sendiri sejatinya bukan hal yang baru. Sejak 1988, ketika Olimpiade berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pembagian kondom kepada atlet sudah dilakukan dan hingga kini terus menjadi sebuah tradisi.
Tujuan awalnya membagikan kondom ini adalah mencegah penularan virus penyakit seksual di antara atlet. Dengan begitu, penyelenggaraan pelaksanaan pesta olahraga terbesar di dunia itu bisa tetap aman.
BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting Dkk Isi Waktu Isolasi dengan Latihan Ringan di Kamar
Tradisi ini pun berlanjut ke Olimpiade Tokyo 2020. Sekira 160 ribu kondom siap dibagikan oleh pihak penyelenggara kepada atlet. Tetapi, kondon ini akan didistribusikan saat atlet pulang ke negaranya masing-masing.
BACA JUGA: Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Huni Grup Sulit di Olimpiade Tokyo 2020, Herry IP: Harus Siap!
“Maksud dan tujuan kami bukan agar para atlet menggunakan kondom di Kampung Atlet Olimpiade,” tulis pernyataan Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo, dikutip dari Japantoday News, Senin (12/7/2021).
“Tetapi, ini untuk membantu kesadaran dengan membawanya kembali ke negara mereka masing-masing,” lanjut pernyataan tersebut.