Jorge Martin Kurang Puas meski Raih Podium Perdana di GP Doha 2021

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 05 April 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 38 2389297 jorge-martin-kurang-puas-meski-raih-podium-perdana-di-gp-doha-2021-u7KZFVtBYq.jpg Jorge Martin berpose di depan angka tiga (Foto: MotoGP)

LOSAIL – Pembalap Tim Pramac Ducati, Jorge Martin, merasa kurang puas dengan hasil pada MotoGP Doha 2021, Senin (5/4/2021) dini hari WIB. Kendati sukses mencatatkan podium pertama berkat finis di posisi tiga, Martinator menyimpan sedikit kekecewaan.

Kejutan dibuat Jorge Martin ketika berhasil merebut pole position pada Kualifikasi MotoGP Doha 2021, Minggu 4 April dini hari WIB. Pembalap berusia 23 tahun itu mengikuti jejak Marc Marquez dengan meraih posisi start terdepan pada kesempatan kedua di kelas premier.

Baca juga: Hasil MotoGP Doha 2021: Fabio Quartararo Menangi Lomba, Valentino Rossi Melempem

Pimpinan lomba dikuasai Jorge Martin sejak start hingga memasuki lima putaran terakhir. Ia mampu terus berada di depan sekali pun mendapat gangguan dari rekan setimnya Johan Zarco yang terus menguntit sejak start.

Fabio Quartararo menyalip Jorge Martin (Foto: Twitter/@MotoGP)

Sayangnya, Jorge Martin harus kehilangan posisi terdepan pada putaran 19 setelah disalip Fabio Quartararo. Kekecewaan kembali dirasakan ketika kehilangan posisi dua hanya beberapa meter (m) jelang garis finis.

Baca juga: MotoGP Doha 2021 Pecahkan Rekor Finis Paling Dekat

“Walau di tengah berbagai keterbatasan, saya berhasil mendapat podium pertama! Namun, saya tidak 100% senang karena kehilangan posisi dua hanya beberapa meter sebelum garis finis,” tutur Jorge Martin, sebagaimana dimuat Speedweek, Senin (5/4/2021).

Lebih lanjut, pembalap berpaspor Spanyol itu mengaku sudah berencana terus berada di depan sejak awal lomba. Strategi itu dipilih mengingat race pace atau kecepatannya saat balapan cukup buruk. Belum lagi, dengan strategi itu dirinya tak perlu berhadapan dengan masalah ban di lap-lap akhir.

“Saya ingin terus berada di depan karena merasa dapat mengatasi ban belakang dengan baik pada awal lomba. Saya sudah menduga bakal motor akan melaju pada batasan akhir dari ban jelang finis,” ungkap Jorge Martin.

“Melaju di depan sangat berguna buat saya karena dapat leluasa memilih titik pengereman. Ketika mendengar ada motor lain yang mendekat, saya terus melaju. Andai ada yang berhasil menyalip, habislah saya,” lanjutnya.

Jorge Martin sengaja berlari di depan (Foto: MotoGP)

“Kemudian, saya benar-benar disalip, itu yang saya takutkan karena race pace saya kurang bagus. Anda bisa lihat kecepatan Fabio (Quartararo) sedikit lebih baik dari saya,” tukas pembalap bernomor motor 89 itu.

Pun begitu, Jorge Martin tetap merasa puas dengan caranya berkendara sepanjang 22 putaran lomba. Ia mengklaim sudah melajukan motor dengan cara yang lebih dewasa. Namun, Jorge Martin tetap membutuhkan lebih banyak kilometer (km) yang ditempuh guna menambah pengalaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini