Terungkap, Suzuki Ternyata Sempat Abaikan Lorenzo demi Gaet Mir

Ezha Herdanu, Jurnalis · Minggu 28 Februari 2021 00:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 38 2369488 terungkap-suzuki-ternyata-sempat-abaikan-lorenzo-demi-gaet-mir-e4eaA0OfEW.jpg Joan Mir (Foto: motogp.com)

ROMA – Davide Brivio mengungkapkan bahwa Tim Suzuki Ecstar pernah menyianyiakan kesempatan menggaet Jorge Lorenzo demi Joan Mir. Brivio pun menilai bahwa langkah tersebut merupakan perjudian yang berhasil bagi Tim Suzuki.

Pada 2019, Tim Suzuki memang melakukan sebuah keputusan berani dengan menggaet Mir sebagai pembalap mereka. Padahal pada saat bersamaan, Tim Suzuki memiliki kesempatan untuk merekrut pembalap sekaliber Lorenzo.

Banyak yang mempertanyakan keputusan Tim Suzuki merekrut Mir pada saat itu. Terlebih, Mir sendiri memang belum terlalu teruji sebagai pembalap yang dapat menjadi andalan, dengan hanya finis di posisi keenam pada Moto2 2018.

Joan Mir

Akan tetapi nyatanya keputusan Tim Suzuki merekrut Mir membuahkan hasil di MotoGP 2020. Ya, siapa yang menyangka bahwa Mir merupakan pembalap yang pada akhirnya menyudahi penantian panjang Tim Suzuki untuk menjadi juara dunia.

Brivio sendiri tidak menampik bahwa dirinya beserta Tim Suzuki memang melakukan sebuah perjudian kala merekrut Mir. Terlebih di saat bersamaan, Tim Suzuki memiliki peluang untuk memiliki pembalap seperti Lorenzo di paddock mereka.

Baca Juga: Demi Bungkam Pencibir, Mir Bertekad Kalahkan Marquez di MotoGP 2021

Brivio pun mengaku sangat bersyukur bahwa keputusan berani Tim Suzuki tersebut nyatanya membuahkan hasil positif. Brivio sendiri mengakui bahwa Mir memang merupakan pembalap yang tepat bagi Tim Suzuki.

“Pada 2018, kami harus memutuskan tim untuk 2019. Proyek (Joan) Rins berjalan dengan baik, rider muda bertalenta sukses berkembang, dan kami punya gagasan untuk menjajalnya lagi dengan rider muda lainnya,” kenang Brivio, seperti disadur dari Motorsport Total, Minggu (28/2/2021).

“Kami pikir, ‘Usai (Maverick) Vinales dan Rins, mari kita coba satu lagi’. Joan menjuarai Moto3 dengan 10 kemenangan, dan ini bikin saya takjub. Kala itu, kami juga punya opsi menggaet Jorge. Jadi, kami harus pilih salah satu,” sambungnya.

“Tapi ini bukan soal memilih pembalap, melainkan memilih filosofi dan arah mana yang ingin kami tuju: kerja bareng veteran seperti Jorge, atau mengembangkan pembalap muda? Joan suka Suzuki, tapi manajernya bilang ada masalah, karena ia punya opsi dengan Honda.”

Jorge Lorenzo

“Jadi, saya bertanya langsung pada Joan, ‘Apa Anda tertarik pada Suzuki, tidak peduli Anda mempunyai opsi dengan Honda? Apabila Anda memang harus memilih antara Suzuki atau Honda, ke mana Anda akan pergi?”

Baca Juga: Mengintip Gaji Pekerja di MotoGP, Sosok Penting di Balik Kesuksesan Pembalap

“Joan pun bilang, ‘Saya ingin pergi ke Suzuki, karena saya rasa Suzuki motor yang cocok dengan gaya balap dan tubuh saya,’ dan saat ia bilang begitu, mata saya langsung terbelalak dan saya berpikir dia merupakan pembalap yang tepat untuk kami,” tuntas pria asal Italia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini