Ruselli Siap Jadi Tulang Punggung Tunggal Putri Indonesia di Swiss Open 2021

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 40 2368430 ruselli-siap-jadi-tulang-punggung-tunggal-putri-indonesia-di-swiss-open-2021-ZGBo7N5dIC.jpg Ruselli Hartawan (Foto: PBSI)

JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, siap memikul beban sebagai tulang punggung di Swiss Open 2021. Sebab, ia menjadi satu-satunya tunggal putri Tanah Air yang akan mentas di ajang berlevel Super 300 tersebut.

Turnamen akan berlangsung di Basel pada 2-7 Maret 2021. Sayangnya skuad Indonesia akan tampil dengan kekuatan kurang maksimal. Sebab, para wakil Indonesia lainnya akan fokus ke ajang All England 2021 Super 1000.

Baca juga Duel Bidadari Tunggal Putri, Aya Ohori vs Ruselli Hartawan

Pada tunggal putri sendiri, Ruselli akan menjadi harapan satu-satunya. Sebab, rekannya yakin Gregoria Mariska Tunjung akan lebih difokuskan tampil di All England 2021. Meski begitu, ia pun tidak gentar dan siap membuktikan diri.

Ruselli Hartawan

“Tekanan pasti ada, tapi saya tidak mau memikirkannya. Ya sudah main saja, mau membuktikan juga kalau sendiri pun saya bisa fight,” ungkap Ruselli, mengutip dari laman resmi PBSI, Kamis (25/2/2021).

Baca juga Imbas Covid-19, Indonesia Kirim Skuad Berbeda di Swiss Open dan All England 2021

“Untuk peluang sendiri, saya rasa tetap ada. Babak pertama saya ketemu Iris Wang dari Amerika Serikat, saya mau fokus melewati itu saja dulu,” lanjutnya.

Pada persiapannya kali ini, Ruselli mencoba untuk memperbaiki beberapa hal termasuk pukulan menyerang dan bertahan. Selain itu, ia juga mengevaluasi permainannya dari Thailand Open yang sering bermain terburu-buru.

“Saya saat ini sedang mematangkan pukulan untuk menyerang. Juga membenahi dalam bertahan,” ucap Ruselli.

“Selain itu saya juga fokus latihan kesabaran, karena evaluasi dari Thailand kemarin saya bermain kurang sabar. Kalau tidak bisa mematikan lawan, suka jadi buru-buru. Nah itu yang harus ditekankan di latihan,” tambahnya.

Ruselli Hartawan

Lebih lanjut, Ruselli juga mengomentari tentang pertandingannya dimasa pandemi. Apalagi, kali ini para pebulu tangkis harus berjuang ekstra keras, karena kondisinya tidak sama lagi seperti saat dalam situasi normal.

“Yang paling sulit menjaga mood dan fokus. Misalnya persiapan di Jakarta sudah bagus sampai di sana tidak latihan dua atau tiga hari untuk isolasi. Itu berpengaruh banget. Kondisinya kadang turun lagi. Jadi sebisa mungkin harus menjaga biar tidak turun-turun banget lah,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini