Pasalnya, ia pun merasakan hal yang serupa ketika bergabung dengan Yamaha pada 2008. Pabrikan asal Jepang tersebut memilihnya karena mereka ingin memiliki pilihan untuk meneruskan kiprah Valentino Rossi jika memutuskan pergi.
“Ketika saya memulai dengan mereka pada 2008, mereka harus menemukan rencana B jika Valentino pergi dan mereka memilih pembalap muda seperti saya,” sambungnya.

Karena itu, mantan pembalap Ducati itu tidak mempermasalahkan keputusan Yamaha soal merekrut Quartararo yang masih berusia 21 tahun. Sebab, menurutnya itu adalah hal yang logis dan wajar.
“Masa depan datang untuk yang termuda, memilih Quartararo adalah sesuatu yang logis,” tambah pria berusia 33 tahun tersebut.
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.