BOLOGNA – Andrea Dovizioso menyatakan sorotan di MotoGP selalu tertuju kepada Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT). Hal itu membuat Valentino Rossi mendapatkan perlakuan berbeda ketimbang para pembalap lainnya.
Namun, ada juga dampak positif dari keberadaan Valentino Rossi di MotoGP. Dovizioso tidak memungkiri, bahwa keberadaan Valentino Rossi membuat MotoGP semakin terkenal di dunia.

Rossi merupakan wajah MotoGP selama kurang lebih dua dekade ini. Olahraga balap motor paling elite di dunia itu tidak akan setenar sekarang jika tidak ada The Doctor –julukan Valentino Rossi.
Kharisma Rossi membuat MotoGP semakin diminati ketimbang sebelumnya. Oleh sebab itu, setiap tindakan Rossi dilihat dari sudut pandang yang sama. Dovizioso menilai para pemain lain akan dipandang berbeda jika meniru tindakan Valentino Rossi.
BACA JUGA: Gara-Gara Valentino Rossi, Davide Brivio Dipinang Suzuki
"Valentino (Rossi) adalah sebuah aset bagi semuanya. Titik. Baik untuk orang Spanyol, Italia, semuanya, karena dia menghadirkan sorotan,” kata Dovizioso, mengutip dari Corsedimoto, Selasa (26/1/2021).
“Dia telah berhasil membangkitkan daya tarik yang lebih besar terhadap para penggemar dan ini menguntungkan. Seperti biasa, sisi negatifnya adalah Anda tidak pernah dianggap sebagai tokoh utama," tuturnya.
"Tokoh utama, sampai beberapa tahun terakhir, hampir selalu menjadi milik Valentino, lalu baru pembalap lainnya. Karena itu, semua yang Anda lakukan tidak terlihat dengan cara yang sama. Ketika Anda melakukan hal yang sama seperti Valentino, Anda mendapat penilaian berbeda," tukasnya.
Namun, performa The Doctor mulai menurun dalam beberapa musim terakhir ini. Valentino Rossi bahkan sudah lama tidak menjadi pembalap tercepat dalam balapan. Pembalap asal Italia itu terakhir kali meraih kemenangan di MotoGP Belanda 2017. Sejak saat itu, prestasi terbaik Valentino Rossi adalah finis di tiga besar.

Valentino Rossi pun mengukir pencapaian terburuk dalam karier balap profesionalnya pada musim lalu. Pembalap berumur 41 tahun itu finis ke-16 di klasemen akhir karena hanya mampu mengumpulkan 66 poin.
Hasil musim lalu menunjukkan Valentino Rossi semakin mendekati masa pensiun. Jika Valentino Rossi gantung helm, pembalap lain memiliki kesempatan untuk menggantikannya.
(Ramdani Bur)