Kerja Sama, KOI dan Satgas Covid-19 Kampanye Pemakaian Masker

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 03:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 43 2343409 kerja-sama-koi-dan-satgas-covid-19-kampanye-pemakaian-masker-ttyp8NMFLi.jpg Raja Sapta Oktohari dan Doni Monardo (Foto: Antara)

JAKARTA – Indonesia masih berperang melawan pandemi virus corona (Covid-19). Oleh sebab itu, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bekerja sama dengan Satgas COVID-19 untuk melibatkan para atlet nasional untuk mengkampanyekan masker di masyarakat.

Dalam pertemuan antara Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, dan Kepala BNPB, Doni Monardo, di Jakarta, Selasa 12 Januari 2021, kedua pihak sepakat untuk melakukan kampanye pemakaian masker dengan melibatkan atlet, pelatih, dan ofisial dari cabang olahraga.

Raja Sapta Oktohari (Foto: Okezone/Admiraldy Eka Saputra)

“Komite Olahraga Indonesia dan Satgas Penanganan COVID-19 sepakat untuk melakukan kampanye bersama pemakaian masker dan kami akan membuat program jangka panjang. Dalam kampanye ini kami akan mengajak atlet dan pelatih dari semua cabang olahraga untuk terlibat,” kata Oktohari dalam siaran persnya, Rabu (13/1/2021).

KOI dan BNPB menilai kampanye pemakaian masker perlu digiatkan lagi mengingat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia melonjak dalam beberapa bulan terakhir ini. Salah satu penyebabnya adalah penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA: KOI Akan Salurkan Bantuan Finansial ke 11 Cabang Olahraga

Keterlibatan para atlet, yang dikenal public, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker. Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto, mengatakan kampanye ini sangat diperlukan karena kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun.

“Data yang kami kumpulkan menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam tiga bulan terakhir menurun. Jadi, kami ingin melakukan kampanye dengan melibatkan atlet karena mereka tokoh publik yang kerap berinteraksi dengan media,” ujar Hery.

“Karena itu, penting untuk mengembalikan fungsi vaksin dan pelaksanaan protokol kesehatan pada proporsinya,” katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini