Broto juga telah memastikan bahwa kedelapan atlet tersebut bukanlah pemain pelatnas PBSI di Cipayung pada saat ini. Bahkan ketika mereka melakukan pelanggaran tersebut, mereka sedang tidak berstatus sebagai pemain Pelatnas PBSI.
“Intinya apa yang dilakukan delapan pemain yang tertangkap terkait pengaturan skor itu bisa dipastikan mereka bukan pemain Pelatnas Cipayung saat ini,” tambahnya.

“Termasuk ketika melakukan judi, dan saat itu mereka kapasitasnya juga bukan pemain pelatnas. Itu bisa dipastikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Broto menegaskan bahwa kedelapan pemain tersebut telah menjalani hukuman skorsing sejak tahun lalu. Hal itu juga telah disampaikan BWF dalam pernyataan resmi sebelumnya tentang masa hukuman skorsing yang telah dimulai sejak 18 Januari 2020.
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.