Share

Puig Puji Kerja Keras Alex dan Bradl Pikul Beban Gantikan Marquez

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 38 2329649 puig-puji-kerja-keras-alex-dan-bradl-pikul-beban-gantikan-marquez-mwbYxLIFiH.jpg Alex Marquez (Foto: Laman resmi MotoGP)

AALST – Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, memuji kerja keras Alex Marquez dan Stefan Bradl dalam mengarungi kompetisi MotoGP 2020. Menurutnya, kedua pembalap tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik pada musim ini.

Sejatinya, Honda sendiri tidak berekspektasi banyak dengan Alex yang merupakan rookie MotoGP musim ini. Apalagi, Bradl yang merupakan test rider Honda. Namun, keadaan berubah sejak Marc Marquez absen di MotoGP 2020.

Alex Marquez

Hanya dalam waktu cepat, Alex kemudian mendapatkan beban tugas yang berat. Ia menjadi pembalap andalan Honda untuk bersinar di MotoGP 2020. Namun, Alex tidak bisa berbuat banyak. Sebagai rookie, ia pun harus berjuang beradaptasi.

Tetapi, pada pertengahan musim, Alex mengejutkan banyak pihak. Adik dari Marquez tersebut tiba-tiba mampu tampil kompetitif. Bahkan juara dunia Moto2 2019 tersebut berhasil meraih dua podium di MotoGP Prancis dan Aragon 2020.

Baca juga Marquez Bikin Honda Terpuruk, Puig Ingin Lupakan MotoGP 2020 

“Alex melakukan pekerjaan yang sangat baik sebagai rookie,” ungkap Puig, mengutip dari Speedweek, Kamis (17/12/2020).

“Pada awal musim, ia merasa tidak begitu baik, tetapi kemudian ia mengambil langkah di tengah musim. Ia tiba-tiba menjadi supercepat dan tiba-tiba ia berkendara dengan orang-orang top,” tambahnya.

Sementara itu, Puig juga tetap memuji Bradl. Meski secara prestasi tidak terlalu bagus, tetapi ia merasa puas dengan usaha Bradl yang dipaksa menjadi pembalap secara mendadak untuk menggantikan peran Marquez.

“Menurut sudut pandang saya dan dari sudut pandang Honda, ia membuat langkah yang sangat bagus, mungkin lebih baik diharapkan banyak orang. Kami sangat senang dengan kemajuannya,” lanjutnya.

Stefan Bradl

“Saya juga ingin menyebut Stefan secara khusus karena ia seharusnya menjadi test rider kami, dan tiba-tiba ia menajdi pembalap utama kami,” sambungnya.

“Itu seperti pergi dari 0 menjadi 10 dalam dua sampai tiga bulan. Dengan banyaknya lap yang telah ia lakukan tahun ini, kami telah melihat bahwa ia memiliki kecepatan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini