Usai Juarai MotoGP 2020, Mir Utarakan Komentar Sombong

Ezha Herdanu, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 00:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 38 2322421 usai-juarai-motogp-2020-mir-utarakan-komentar-sombong-PaiIrd74R9.jpg Joan Mir (Foto: motogp.com)

ANDORRA – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengutarakan komentar bernada sombong usai berhasil menjuarai MotoGP musim 2020. Mir menilai bahwa dirinya memang pembalap yang paling layak menjadi juara dunia MotoGP, meski pada akhirnya tak mampu memenangkan balapan.

Sebagaimana diketahui, Mir memang berhasil menjalani kampanyenya di MotoGP 2020 dengan performa luar biasa. Meski di awal kejuaraan dunia tahun ini, tidak ada satu pun pihak yang memprediksi bahwa Mir mampu menjuarai MotoGP 2020.

Hal tersebut memang tidak berlebihan, mengingat Mir sempat tampil kurang kompetitif pada tiga balapan perdana MotoGP 2020. Mir baru bisa menunjukkan tajinya sebagai calon juara dunia MotoGP 2020 ketika mengaspal di seri Austria.

Infografis MotoGP 2020

Ya, dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring tersebut, Mir berhasil mengklaim podium kedua. Sejak saat itu, Mir pun mampu konsisten untuk bersaing memperebutkan podium demi podium di sejumlah balapan.

Baca Juga: Suzuki Akan Punya Tim Satelit di MotoGP 2022

Bahkan Mir yang awalnya diprediksi bakal jadi pembalap pertama di MotoGP yang menjadi juara dunia tanpa meraih kemenangan berhasil finis pertama. Momen itu terjadi ketika Mir mengaspal di MotoGP Europa 2020 di Sirkuit Valencia.

Mir sendiri akhirnya mengunci gelar juara dunia musim ini ketika mengaspal di MotoGP Valencia 2020. Pada balapan tersebut Mir memang hanya mampu finis di posisi ketujuh, namun raihannya poin sudah tidak mungkin terkejar oleh pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli.

Keberhasilan Mir menjuarai MotoGP 2020 pun membuatnya mendapatkan pujian dari beberapa pihak. Rabat pun menjadi salah satu sosok yang berhasil dibuat bangga dengan raihan pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut di MotoGP 2020.

Mir pun menyatakan bahwa dirinya memang pembalap yang paling layak untuk bisa menjadi juara dunia di MotoGP 2020. Meski di MotoGP musim kemarin, Mir sama sekali gagal memenangkan balapan sekali pun.

“Saya rasa, musim ini dibagi menjadi dua. Bagian pertama adalah saat saya mencoba mengejar ketertinggalan dari Fabio. Bagian kedua adalah saat saya memimpin dan pembalap lain justru mengejar saya,” jelas Mir, seperti disadur dari Marca, Minggu (6/12/2020).

Joan Mir

“Kami membuktikan bahwa kami sangat kuat dalam misi mengejar poin walau motor kami bukan yang tercepat. Kami bekerja sangat baik dalam mengendalikan tekanan yang ada, ketika rider lain justru kesulitan melakukan hal yang sama,” lanjut pembalap berusia 23 tahun.

“Tanpa kemenangan pun, gelar ini tetap layak saya raih. Kemenangan saya datang pada momen sempurna. Saat gelar mendekat, pada momen krusial itulah kami menunjukkan potensi yang sesungguhnya, dan balapan itulah yang menegaskan sayalah sang juara dunia,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini