Saat Mir mengklaim gelar juara, Quartararo, yang tampil impresif pada awal musim, justru terpuruk jelang akhir kejuaraan. Quartararo cuma finis di posisi kedelapan klasemen akhir dengan koleksi 127 poin.
“Saya rasa, musim ini dibagi menjadi dua fase. Fase pertama adalah saat saya mencoba mengejar ketertinggalan dari Fabio (Quartararo). Fase kedua adalah saat saya memimpin dan pembalap lain justru mengejar saya,” kata Mir, mengutip dari laman resmi MotoGP, Sabtu (5/12/2020).

“Kami membuktikan bahwa kami sangat kuat dalam misi mengejar poin walau motor kami bukan yang tercepat. Kami bekerja sangat baik dalam mengendalikan tekanan saat pembalap lain justru kesulitan melakukan hal yang sama," tuturnya.
Tugas Mir sekarang adalah meningkatkan kemampuannya. Sebab, para pembalap lain akan berusaha untuk mengalahkannya di MotoGP 2021. Jika tidak berkembang, Mir akan sulit mempertahakan predikat pembalap terbaik dalam kejuaraan pada musim depan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.