PORTIMAO – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menyesal tidak bisa memaksakan persaingan memperebutkan gelar juara MotoGP 2020 ke balapan pamungkas. Kesempatan Quartararo menjadi juara melayang setelah tidak tampil konsisten.
Quartararo sempat digadang-gadang sebagai calon juara MotoGP 2020, terutama setelah memenangkan dua balapan pertama musim ini. Akan tetapi, performa Quartararo tidak konsisten pada balapan-balapan berikutnya.

Kemenangan terakhir Quartararo diraih di MotoGP Prancis 2020. Akan tetapi, setelah itu, Quartararo gagal naik ke atas podium. Quartararo bahkan terjatuh pada balapan penentuan gelar juara musim ini, MotoGP Valencia 2020.
Kegagalan Quartararo di MotoGP Valencia 2020 mempermulus jalan Joan Mir (Suzuki Ecstar) untuk menjadi juara musim ini. Mir menjadi juara setelah menyegel posisi ketujuh di MotoGP Valencia 2020.
Setelah gagal menjadi juara, Quartararo pun mengalihkan fokusnya ke balapan pamungkas musim ini, MotoGP Portugal 2020. Balapan pamungkas itu akan digelar di Sirkuit Portimao, Minggu 22 November 2020, malam WIB.
Quartararo pun sangat tertarik dengan Sirkuit Portimao. Sirkuit sepanjang 4,6 kilometer itu memiliki beberapa bukit terjal sehingga pembalap akan merasakan sensasi naik-turun di atas motor.