Petinggi MotoGP Murka Andrea Iannone Dilarang Balapan 4 Tahun

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 02:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 38 2308182 petinggi-motogp-murka-andrea-iannone-dilarang-balapan-4-tahun-q1B9wanhyQ.jpg Andrea Iannone dihukum empat tahun (Foto: MotoGP)

VALENCIA – Hukuman empat tahun yang dijatuhkan terhadap Andrea Iannone membuat CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, murka. Orang penting dalam organisasi penyelenggara MotoGP itu tidak habis pikir mengapa hukuman malah bertambah berat setelah mengajukan banding.

Seperti diketahui, Andrea Iannone diputus bersalah melakukan doping pada akhir 2019. Ia diduga sengaja menggunakan zat terlarang drostanolon yang masuk lewat makanan pada MotoGP Malaysia 2019, November tahun lalu.

Federasi Balap Motor Internasional (FIM) lantas menjatuhkan larangan membalap selama 18 bulan kepada Andrea Iannone terhitung sejak 17 Desember 2019. Jika dihitung, pembalap berusia 30 tahun itu akan absen dari Kejuaraan Dunia MotoGP hingga pertengahan musim 2021.

Baca juga: Biaggi Beri Semangat kepada Iannone yang Dilarang Balapan 4 Tahun

Andrea Iannone berbincang dengan teknisi (Foto: MotoGP)

Sayangnya, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Mereka mendesak agar CAS menambah hukuman dari 18 bulan menjadi empat tahun. Banding itu dikabulkan CAS pada Selasa 10 November 2020 malam WIB.

Bertambahnya durasi hukuman itu membuat Carmelo Ezpeleta berang. Kekesalan pria asal Spanyol itu diarahkan kepada FIM karena mengizinkan badan lain mengajukan banding untuk menambah hukuman. Ia menilai Andrea Iannone sangat tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini.

“Mengapa menambah durasi hukuman dari empat tahun dari sebelumnya 18? Saya benar-benar tidak mengerti mengapa FIM menerima begitu saja ada badan lain melakukan intervensi untuk memperpanjang hukuman? Saya bersimpati kepada Andrea, dia benar-benar tidak pantas diperlakukan seperti ini,” sungut Carmelo Ezpeleta, dikutip dari Corse di Moto, Kamis (12/11/2020).

Pendapat senada diucapkan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola. Pria asal Italia itu tidak ragu menyebut hukuman tambahan kepada pembalapnya adalah upaya menebar teror di lingkup balap motor, terkhusus MotoGP. Ia mengaku sudah mencium gelagat tidak baik ketika WADA melakukan intervensi.

“Seperti yang sudah saya katakan kepada Andrea Iannone beberapa waktu lalu, saya bersimpati karena karier seorang pembalap di level tertinggi harus berakhir seperti ini,” ucap Massimo Rivola.

“Akan tetapi, saya juga mengatakan kepadanya, dia seharusnya tidak perlu mengajukan banding atas putusan FIM, karena biasanya WADA ikut campur. Saya hanya mendoakan yang terbaik buat Andrea,” imbuh mantan teknisi Scuderia Ferrari itu.

Dengan hukuman empat tahun, maka Andrea Iannone baru akan bebas pada 17 Desember 2023, terhitung dari pertama kali vonis dijatuhkan. Tidak membalap selama tiga tahun jelas akan membuat keterampilannya memudar sehingga kariernya hancur berantakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini