VALENCIA – Kekaguman terhadap motor Suzuki GSX-RR terus meluncur dari berbagai pihak. Terbaru, Pembalap Tim KTM Red Bull, Pol Espargaro, mengakui sendiri kehebatan motor GSX-RR berkelir biru itu. Selain motor, duet pembalapnya, Alex Rins dan Joan Mir, disebutnya melesat bagaikan rudal biru.
Start terdepan pada MotoGP Valencia 2020 melambungkan harapan Pol Espargaro untuk meraih kemenangan perdana di kelas premier. Sayangnya, harapan itu gagal terwujud akibat penampilan ciamik dari Alex Rins dan Joan Mir.
Awalnya, Pol Espargaro disalip oleh Alex Rins selepas start. Ia terus mengekor Alex Rins sebelum disalip oleh Joan Mir pada pertengahan lomba. Pembalap berusia 29 tahun itu berusaha menempel ketat duo Suzuki di depannya, tetapi pada akhirnya menyerah dan harus puas finis ketiga.
Baca juga: Suzuki Berpotensi Catatkan Triple Crown di MotoGP 2020

Selepas lomba, Pol Espargaro mengaku puas karena sudah mengerahkan yang terbaik. Sekali pun gagal mengimbangi laju Suzuki yang disebutnya bagai rudal berwarna biru, finis di podium tetap merupakan hasil yang luar biasa.
“Ya, saya puas dan bahagia. Saya lebih santai sekarang karena tahu sudah mengerahkan 100% kemampuan. Saya tidak bisa merasa lebih baik lagi dari itu,” ucap Pol Espargaro, dikutip dari Speedweek, Selasa (10/11/2020).
“Saya masih mampu mengejar Suzuki ketika mengerem. Namun, mereka sedikit lebih baik saat berbelok dengan menggunakan ban medium. Itu adalah kekuatan motor mereka, rudal biru itu. Kami tidak bisa berbuat lebih,” lanjut adik dari Aleix Espargaro itu.
Soal balapannya, Pol Espargaro mengaku sempat mengalami momen buruk sebelum start. Karena cuaca berubah-ubah sejak Jumat hingga Sabtu, para pembalap dihinggapi kebingungan untuk menentukan kombinasi ban yang akan dipakai saat lomba.
Pada latihan bebas dan kualifikasi, sirkuit digenangi air. Sementara saat lomba, balpaan berlangsung kering. Akibatnya, para pembalap dan tim tidak memiliki data yang cukup mengenai cuaca dan performa ban kering lunak, medium, atau keras.
Dalam situasi tersebut, Pol Espargaro memilih berjudi dengan memakai ban depan keras. Beruntung, perjudian itu cukup jitu karena motor RC16 yang dikendarainya mampu kompetitif. Karena itu, sang pembalap merasa puas.
“Ketika matahari muncul dan aspal lebih hangat, saya merasakan pengalaman terburuk saat start. Kami harus memilih ban depan medium atau keras. Kami berjudi dengan ban keras dan itu bekerja optimal. Tim melakukan pekerjaan luar biasa. Motor terasa sangat kompetitif,” tutup pembalap bernomor motor 44 itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.